RADAR MALANG—Minggu (19/1) telah disepakati gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Gencatan senjata ini sempat ditunda selama 3 jam karena Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu meminta daftar nama tawanan hamas yang akan dibebaskan pada hari itu.
Konflik ini telah menyebabkan banyak kerugian besar untuk kedua negara. Oleh karena itu, beberapa negara berperan untuk memediasi dan merancang proposal untuk mendamaikan Israel dan Palestina.
Dikutip dari Reuters dan Aljazeera, berikut tiga kesepakatan gencatan senjata yang disetujui oleh Israel dan Hamas:
Tahap Pertama
Pembebasan sandera
- Hamas harus membebaskan 33 sandera yang termasuk anak-anak, perempuan, dan pria dengan usia di atas 50 tahun dan individu-individu yang sakit atau terluka.
- Israel harus membebaskan lebih dari 1.000 tahanan Palestina yang mencakup tahanan dengan vonis hukuman penjara panjang, kecuali untuk mereka yang terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023.
Penarikan pasukan
- Pasukan Israel harus menarik diri secara bertahap, namun tetap menjaga garis perbatasan sebagai perlindungan kota-kota dan desa-desa yang berada di perbatasan Israel.
- Diberlakukannya pengaturan keamanan di Koridor Philadelphi yang berada di perbatasan Mesir, dengan penarikan diri sebagian pasukan Israel dari wilayah tersebut dalam beberapa hari pertama kesepakatan.
- Penduduk Gaza Utara yang tidak bersenjata memiliki izin untuk kembali ke wilayah asli mereka dengan pengawasan untuk memastikan bahwa tidak ada senjata yang dipindahkan.
Bantuan kemanusiaan
- Diizinkannya 600 truk bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah Gaza setiap hari, termasuk 50 truk yang membawa bahan bakar.
- 300 truk bantuan akan dialokasikan untuk Gaza Utara. Bantuan ini akan diawasi oleh badan-badan internasional untuk memastikan sampai kepada individu maupun kelompok yang membutuhkan.
Baca Juga: Arab Saudi Hentikan Perjanjian Pertahanan dengan AS, Kemerdekaan Palestina Jadi Prioritas
Tahap Kedua
- Negosiasi tahap kedua akan mulai pada hari ke-16 setelah kesepakatan mulai berlaku.
- Hamas harus membebaskan sandera tersisa yang meliputi tentara pria dan warga sipil pria yang lebih muda.
- Pasukan Israel harus mulai menarik diri dari Koridor Netzarim di Gaza Tengah.
Tahap Ketiga
- Negosiasi tahap ketiga akan mulai setelah seluruh sandera dibebaskan dan pasukan Israel menarik diri sepenuhnya.
- Jenazah sandera harus dikembalikan.
- Program rekontsruksi Gaza selama tiga sampai lima tahun kedepan akan dimulai. Rekonstruksi ini akan diawasi oleh pihak internasional seperti Qatar, Mesir, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Tiga kesepakatan antar Israel dan Hamas ini tentu saja tidak akan berjalan mulus karena Israel juga menyatakan dengan tegas menolak memberikan otoritas sepenuhnya kepada Palestina.
Sementara itu saat ini diskusi sedang berlangsung antara Israel, Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab mengenai pemberian otoritas kepada Palestina setelah reformasi dan perancangan pemerintah sementara di Gaza. (Talita)
Editor : Aditya Novrian