RADAR MALANG - Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dijadwalkan menghadiri World Leaders Summit on Children's Rights di Vatikan.
Dalam forum ini, Megawati tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai panelis yang akan membahas isu-isu penting terkait hak anak di era modern.
Selain itu, ia juga dijadwalkan bertemu secara khusus dengan Paus Fransiskus.
megawatBaca Juga: Puan Maharani Ingatkan Pimpinan dan Dewan Pengawas Terpilih KPK Tidak Politisasi Kasus Korupsi
Ketua Bidang Luar Negeri DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, mengungkapkan bahwa Megawati menerima undangan resmi dari panitia forum tersebut.
Forum ini akan dihadiri oleh para pemimpin dunia, perwakilan organisasi nonpemerintah, serta tokoh agama berpengaruh.
"Ibu Megawati akan menyampaikan pesan kepedulian terhadap kemanusiaan, khususnya terkait hak anak di masa kini," kata Basarah dalam pernyataan yang diterima salah satu stasiun tv pada Sabtu (1/2).
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Megawati dalam forum ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap pemenuhan hak anak di seluruh dunia.
Acara ini akan dibuka langsung oleh Paus Fransiskus sebelum sesi panel pertama dimulai.
Megawati akan bergabung dalam diskusi dengan sejumlah pemimpin dunia dan tokoh berpengaruh.
Basarah mengonfirmasi bahwa protokol Tahta Suci Vatikan telah menyusun jadwal pertemuan khusus antara Megawati dan Paus Fransiskus.
"Ibu Megawati akan bertemu Paus dan kemungkinan satu panel dengan Imam Besar Al Azhar Mesir Ahmed El-Tayeb. Keduanya merupakan tokoh berpengaruh dunia. Panitia masih menunggu konfirmasi kehadiran Imam Besar," ujar Basarah.
Sebelum mengikuti agenda utama, Megawati menghabiskan waktu bersama rombongan, termasuk putranya, M. Rizki Pratama, serta putrinya yang juga menjabat sebagai Ketua DPR RI, Puan Maharani.
"Kegiatan hari ini, Ibu Megawati santai saja. Apalagi beliau kemarin baru melakukan perjalanan panjang," ungkap Basarah.
Baca Juga: Hari Ini, Megawati Layak Jadi Kartini Indonesia !
Kehadiran Megawati dalam forum ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap upaya global dalam memperjuangkan hak anak dan memperkuat diplomasi Indonesia di panggung internasional. (FD)
Editor : Aditya Novrian