Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tes Kandungan Boraks dan Formalin di CFD Ijen Malang

Fathoni Prakarsa Nanda • Selasa, 4 Februari 2025 | 00:20 WIB
Pengunjung kawasan CFD ikut mengamati uji kandungan boraks dan formalin pada sampel makanan yang mereka berikan kepada tim Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan (Anafarma).
Pengunjung kawasan CFD ikut mengamati uji kandungan boraks dan formalin pada sampel makanan yang mereka berikan kepada tim Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan (Anafarma).

MALANG KOTA - Beberapa pengunjung Car Free Day (CFD) Jalan Ijen Kota Malang melakukan pengujian kandungan formalin dan boraks pada makanannya kemarin (2/2).

Layanan pengujian tersebut dilakukan oleh tim dari Prodi Analisis Farmasi dan Makanan (Anafarma) Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, tepatnya di Jalan Semeru.

Dari beberapa sampel makanan yang diajukan, di antaranya ada yang positif mengandung formalin.

Kaprodi Anafarma Poltekkes Malang Elok Widayanti mengatakan, sample makanan di ambil dari beberapa pengunjung CFD yang secara sukarela mengujikan makanannya.

“Hasilnya banyak yang negatif, tapi ada juga yang positif,” tuturnya.

Beberapa sampel makanan yang masuk merupakan makanan kekinian yang banyak disukai masyarakat.

Seperti sempol, cilok, dan batagor.

Kandungan formalin ditemukan di salah satu sampel batagor yang diserahkan pengunjung.

“Kalau batagor, kemungkinan dari tahu yang digunakan sebagai bahan sudah mengandung formalin,” tambahnya.

Elok menyebutkan, pengujian kandungan zat kimia pada makana di CFD merupakan salah satu rangkaian bentuk kegitaan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat terkait keamanan pangan.

“Harapan kami, masyarakat bisa tetap waspada dalam memilih makanan,” terangnya.

Dia juga menjelaskan, boraks dan formalin merupakan zat kimia yang peruntukannya bukan untuk konsumsi.

Tubuh tidak dapat menetralkan kedua zat kimia itu apabila terus menumpuk di dalam tubuh.

Dampaknya bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

Mulai dari iritasi, gangguan pencernaan, pernapasan, dan kemungkinan kerusakan organ.

Bahkan dampak lebih jauhnya dapat memicu kanker.

Elok menambahkan, ke depan pihaknya akan lebih gencar menggelar edukasi langsung kepada masyarakat tentang keamanan pangan.

“Harapannya bisa terus berlanjut, sehingga semakin banyak masyarakat yang akan mengetahui manfaatnya,” ujarnya. (dur/fat)

Editor : Aditya Novrian
#cfd malang #cfd ijen #Kota Malang #boraks dan formalin #kandungan #Tes