Radar Malang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat Indonesia untuk waspada pada cuaca ekstrem yang masih terus berlanjut mulai 07 – 13 Februari mendatang.
Meskipun Siklon Tropis Taliah bergerak menjauhi wilayah Indonesia, potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi di beberapa wilayah.
BMKG mencatat bahwa dinamika atmosfer di Indonesia saat ini dipengaruhi oleh beberapa sistem tekanan rendah yang aktif di Belahan Bumi Utara (BBU) dan Belahan Bumi Selatan (BBS).
Baca Juga: Kunjungan Merosot akibat Cuaca Ekstrem
Sirkulasi Siklonik juga terpantau di utara Kalimantan dan Teluk Carpentaria yang memicu peningkatan aktivitas konvektif.
Kondisi ini menyebabkan terbentuknya perubahan arah mata angin yang berpotensi meningkatkan curah hujan.
Sebelumnya, Siklon Tropis Taliah terpantau di Samudra Hindia Selatan Banten, kini bergerak ke arah Barat Daya.
Pergerakan tersebut menyebabkan potensi hujan sedang di sertai angin kencang di wilayah Pesisir Selatan Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat.
Baca Juga: Kabupaten Malang Hampir Setiap Hari Dilanda Bencana
Tekanan rendah di belahan bumi utara dan selatan, serta pusaran angin di sekitar Kalimantan dan Teluk Carpentaria juga memicu pertumbuhan awan hujan.
Hal ini meningkatkan curah hujan di wilayah Selatan Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua bagin Selatan.
Selain itu, aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Ekuatorial Rossby di berbagai wilayah juga berkontribusi pembentukan awan dan peningkatan curah hujan.
Pergerakan Atmosfer Sepekan Ke Depan
Dalam seminggu kedepan BMKG masih terus memantau berbagai fenomena atmosfer yang diperkirakan menjadi penyebab hujan.
Baca Juga: BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan 2024-2025: Waspada Dampak La Nina
Perkiraan penyebab curah hujan untuk seminggu kedepan yaitu, Angin Monsun Asia, fenomena La Nina lemah, dan MJO.
Meskipun gelombang atmosfer MJO diprediksi tetapi dampaknya tidak terlalu berpengaruh secara umum.
Fenomena ini secara spasial masi bertahan di Samudra Hindia Selatan Jawa, Bali, NTB, dan NTT.
Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang Belum Mereda
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi hujan desar yang mungkin akan terjadi.
Cuaca ekstrem dapat memicu banjir dan tanah longsor di wilayah yan rawan bencana.
BMKG terus memantau perkembangan cuasa dan mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi terbaru secara berkala.
Tetap berhati-hati dan utamakan keselamatan diri serta keluarga. (Tiw)
Editor : Aditya Novrian