MALANG KOTA – Seleksi menjadi Duta Hijab Radar Malang (DHRM) 2025 memasuki tahap final interview kemarin (9/2).
Tahap tersebut diikuti 25 peserta yang lolos dari tahap sebelumnya.
Mereka bersaing memperebutkan 12 tempat yang berhak mengikuti karantina.
Final interview dimulai sejak pukul 15.00 di kantor Jawa Pos Radar Malang.
Para peserta harus menjawab pertanyaan yang diajukan dua juri.
Yakni alumnus DHRM 2017 Selma Kirana dan runner-up 2 DHRM 2023 Shangrila Juni Prihandinik.
Menurut Shangrila, para peserta diminta menjelaskan content challenge atau penugasan membuat konten yang sudah dilakukan.
“Dalam penugasan sebelumnya kami meminta para kandidat membuat video yang diunggah di Instagram. Video itu berisi berita yang diberi opini oleh masing-masing kandidat,” ucapnya.
Video yang dibuat bermacam-macam.
Ada yang mengulas soal kekerasan seksual, kesehatan, hingga kebijakan pemerintah.
Dari video tersebut, tim juri banyak menanyakan alasan para kandidat mengangkat isu dan kreativitas masing-masing.
Menurut Shangrila, hasil content challenge menunjukkan para kandidat memiliki potensi yang beragam.
”Ada yang jago public speaking, Bahasa Inggris, editing video, dan lainnya,” imbuhnya.
Ketua Pelaksana DHRM 2025 Ferliana Firdausiah menambahkan, para kandidat juga ditanya tentang kepribadian masing-masing dan upaya mereka dalam mem-branding DHRM.
Persaingan pun semakin ketat karena para peserta mampu mengeksplor potensi masing-masing.
Baik yang masih duduk di bangku SMA maupun perguruan tinggi.
“Namun tentu kami mencari kandidat-kandidat yang terbaik,” tegas perempuan yang akrab disapa Ana tersebut.
Setelah final interview, tim juri berencana mengumumkan 12 kandidat yang lolos ke tahap karantina hari ini.
Kandidat yang lolos akan mendapatkan selempang.
Selanjutnya mereka harus menjalani karantina selama empat hari mulai 17 Februari sampai 20 Februari di Kantor Jawa Pos Radar Malang.
”Dalam masa karantina, para kandidat mendapat berbagai pembinaan,” tandasnya. (mel/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana