Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

80 Utusan Muhammadiyah Se-Jatim Digembleng Jadi Kader Pemberdayaan Masyarakat di UMM

Aditya Novrian • Kamis, 13 Februari 2025 | 21:34 WIB

ANTUSIAS: Para peserta Sekam Batch 1 yang digelar MPM PWM Jatim berfoto bersama pemateri usai pembukaan di gedung Pusdiklat UMM, Rabu (12/2).
ANTUSIAS: Para peserta Sekam Batch 1 yang digelar MPM PWM Jatim berfoto bersama pemateri usai pembukaan di gedung Pusdiklat UMM, Rabu (12/2).

MALANG - Sebanyak 80 kader muda Muhammadiyah Jawa Timur berkumpul di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sejak Rabu (12/2). Mereka mengikuti Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (Sekam) Batch 1 yang digelar oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (MPM PWM Jatim) hingga Jumat (14/2).

Mengusung tema “Berdaya Bersama, Menuju Masyarakat yang Berkemajuan”, acara dibuka oleh Ketua MPM Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah M. Nurul Yamin. Hadir pula Sekretaris MPM PP Muhammadiyah Budi Nugroho dan pengurus MPM PWM Jawa Timur.

"Kami mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Sekam Batch I. Ini menjadi tindak lanjut dari kegiatan Sekam tingkat nasional oleh MPM PP yang telah dilaksanakan 12-15 Juli 2024 di Universitas Muhammadiyah Jakarta,” ujar Yamin dalam sambutannya.

Untuk diketahui, 80 peserta Sekam Batch 1 ini merupakan utusan masing-masing MPM PDM Kabupaten dan Kota se-Jawa Timur. Juga, perwakilan dari kader organisasi otonom (ortom) seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Nasyiatul Aisyiyah (NA). 

Menurut Yamin, pelaksanaan kegiatan di Pusdiklat UMM ini terasa sangat istimewa, mengingat bahwa MPM terlahir dalam ajang Muktamar Muhammadiyah ke-45 pada 2005 di UMM. Sehingga, konteks historis ini harus dijadikan sebagai spirit dan motivasi.

"Khususnya bagi MPM PWM Jawa Timur untuk selalu tampil terdepan dalam berbagai aksi pemberdayaan masyarakat,” katanya.

SERIUS: Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik turut memberi materi untuk peserta Sekam Batch 1 di gedung Pusdiklat UMM.
SERIUS: Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik turut memberi materi untuk peserta Sekam Batch 1 di gedung Pusdiklat UMM.

Yamin menambahkan, rekam jejak aktivitas pemberdayaan di level akar rumput yang dilakukan oleh Persyarikatan Muhammadiyah sudah teruji, bahkan sebelum negara Indonesia terlahir. Yakni, dengan pendirian lembaga pendidikan, klinik kesehatan, serta panti asuhan yang lebih populer dengan istilah Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) sekitar tahun 1920-an.

Karena itu, lanjut Yamin, sebagai salah satu organisasi Islam modern terkemuka di dunia, Persyarikatan Muhammadiyah terus berusaha untuk menebar manfaat kepada masyarakat dalam berbagai macam layanan sosial, pendidikan, kesehatan dan yang lainnya.

"Dalam rangka menjaga keberlanjutan berbagai program strategis tersebut, tentu diperlukan dukungan sumberdaya manusia yang terampil dan profesional,” tandasnya.

Untuk itulah Sekam perlu digelar. Ketua MPM PWM Jatim Luthfi J. Kurniawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Sekam menjadi bagian dari program prioritas Divisi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) MPM PWM Jatim. Direncanakan, kegiatan Batch I dilakukan berkelanjutan dengan desain dan bahasan isu yang selalu aktual.

"Semoga hasil dari kegiatan ini dapat memberikan dampak positif.Utamanya dalam menyediakan kader fasilitator pemberdayaan masyarakat di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah,” harap Luthfi yang dalam kegiatan ini membawakan materi ManhajPemberdayaan Masyarakat dan Human Security.

Selain Luthfi, Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik juga menjadi pembicara dengan materi Filosofi, Metode dan Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Ada pula Zakiyah Yasin dengan materiImplementasi SDGs dalam Pemberdayaan Masyarakat.

 Lalu, Teknik Membuat Program Pemberdayaan oleh Budi Nugroho, Teknik Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat oleh Abdus Salam, Teknik Pengorganisasian Masyarakat oleh Iffan Gallant, Teknik Pemetaan Sosial dan Audit Sosial oleh Hutri Agustino, Teknik Kewirausahaan Sosial oleh M. Abduh, serta Teknik Komunikasi Sosial oleh Zen Amiruddin. Peserta cukup antusias dalam mengikuti setiap sesi materi. Selain komunikatif, materi disampaikan dengan metode studi kasus. (*)

Editor : Aditya Novrian
#Jatim #kader #muhammadiyah #sekam #UMM #pusdiklat