TEMPAT latihan menjadi kendala cabor atletik untuk menghadapi Porprov Jawa Timur 2025.
Sejak 1 Februari 2025 lalu, mereka terpaksa berlatih secara nomaden.
Itu akibat Stadion Gajayana dilakukan renovasi.
Situasi itu berdampak kepada program latihan mereka kurang maksimal.
Beberapa kali juga harus mengubah planning untuk menempa diri.
Situasi ini membuat Pelatih PASI Kota Malang Onny Chandra Sofie khawatir.
Anak asuhnya yang berlatih di tempat seadanya kurang perform di Porprov Jatim nanti.
”Kami butuh tempat latihan yang sesuai standar untuk mengoptimalkan perkembangan atlet,” katanya.
Menurutnya, tempat latihan yang ideal seperti lintasan atletik di Stadion Gajayana.
Meski tanah, tapi secara ukuran dan lebar seusai dengan venue pertandingan.
”Kalau di tempat sekarang kami hanya bisa latihan pagi. Karena sore sudah rami,” paparnya.
Selain itu, model lintasan yang kotak juga menyulitkan atlet menjalankan program.
Apalagi, saat Porprov Jatim nanti model lintasannya melingkar dan melengunkung.
Sekretaris KONI Kota Malang Yudo Nugroho mengatakan akan mempersiapkan venue latihan alternatif untuk cabor atletik.
Sebelumnya, Yudo sempat meminta konfirmasi dari Ketua PASI Kota Malang Onny terkait situasi latihan cabor atletik melalui panggilan telepon.
”Kami akan mengusahakan agar atlet (atletik) bisa berlatih dengan maksimal,” katanya.
Menurutnya, situasi itu disebabkan minimnya opsi alternatif tempat latihan dan faktor non teknis.
Salah satunya, persoalan anggaran yang harus disesuaikan ke setiap cabor.
”Meski anggaran kami ini banyak, tapi harus dibagi-bagi (ke cabor lain). Jadi ada kendala di masing-masing cabor,” katanya. (wb3/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana