MALANG KOTA - Wahyu Hidayat bakal menjalani pelantikan sebagai Wali Kota Malang pada 20 Februari 2025 di Jakarta.
Setelah pelantikan, dia langsung menjalani retret atau pembekalan bersama para kepala daerah yang lain di Magelang.
Meskipun tak berada di Kota Malang, Wahyu memastikan roda pemerintahan tidak akan terganggu.
Menjelang berangkat ke Jakarta kemarin (18/2), Wahyu dilepas ratusan pendukungnya di Posko Kandang Wali Kidul Pasar, Jalan Prof Moh. Yamin, Kelurahan Sukoharjo, Klojen.
Para pendukung itu terdiri dari para relawan dan tokoh partai politik.
Relawan yang hadir antara lain Arek Kidul Pasar, Branjang Kawat, Madura Asli (Madas), dan Sobat Mbois.
Setelah menyampaikan sambutan, relawan yang hadir satu per satu berfoto dan mengucapkan selamat kepada Wahyu.
Di akhir acara, Wahyu dibopong para pendukungnya hingga memasuki kendaraan pribadi.
Raut wajah gembira pun terpancar dari pria berusia 58 tahun itu.
Kepada wartawan, Wahyu menjelaskan tidak ada pelaksana harian wali kota selama dia mengikuti agenda retret.
Hal itu sesuai dengan instruksi dari Kementerian Dalam Negeri yang dia terima.
Untuk sementara, tugas-tugas wali kota akan diemban oleh Wakil Wali Kota Ali Muthohirin.
”Kalau misalnya ada agenda atau undangan, Mas Ali yang hadir. Tetapi untuk pengambilan kebijakan tetap di saya,” tuturnya.
Dia menambahkan, selama mengikuti retret, kepala daerah diberikan waktu untuk berkoordinasi dengan para wakilnya.
Hal itu digunakan jika perlu ada pengambilan kebijakan.
”Setiap hari ada jam tersendiri bagi wakil wali kota untuk laporan ke saya. Jadi, meskipun wali kota sedang retret, Kemendagri meminta roda pemerintahan tetap berjalan,” ujarnya.
Terkait agenda pelepasan, mantan Sekda Kabupaten Malang itu mengaku kaget dengan animo yang luar biasa dari para pendukung.
Menurutnya, hal itu merupakan wujud apresiasi dari para relawan.
”Agenda ini dadakan, baru direncanakan kemarin. Tentu saya mengucapkan terima kasih kepada pendukung dan relawan,” paparnya.
Setelah dilantik, Wahyu berjanji untuk berusaha mengemban amanah semaksimal mungkin.
Utamanya dalam merealisasikan janji-janji politik saat kampanye.
”Bagi warga Kota Malang, saya minta sekarang bersatu. Kemarin memang ada persaingan. Tetapi setelah pilkada kita harus bersatu demi membangun Kota Malang yang lebih baik,” ungkapnya.
Sebelum mendatangi agenda pelepasan oleh relawan, Wahyu melakukan agenda rutin setiap kali ada momen penting.
Yakni ziarah ke makam kedua orang tuanya di TPU Kasin.
”Sebenarnya, setelah Salat Jumat saya rutin berziarah ke makan orang tua. Tapi ini momentum khusus, saya minta doa agar semuanya berjalan lancar,” pungkas Alumnus ITN Malang itu. (adk/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana