MALANG KOTA - Kejadian tanah ambrol terjadi sekitar pukul 16.15 di Jalan S Supriadi, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun dekat Mie Gacoan pada Rabu (19/2). Akibat kejadian tersebut, lantai Warung Madura di dekat Mie Gacoan ambrol hingga membuat penjaga warung meninggal dunia.
Penjaga warung yang meninggal bernama M. Qoit. Lelaki berusia 23 tahun itu meninggal setelah jatuh ke lubang tanah yang ambrol. Sebelum kejadian, Qoit diketahui berada di warung bagian depan.
Selain Qoit, diketahui ada satu penjaga warung lagi. Dia adalah Muhammad Rizal Fauzi. Namun, Rizal selamat karena saat kejadian sedang berada di kamar.
Salah seorang saksi mata bernama Agus Harianto, 53, mengatakan jika tanah sudah ambrol sejak pukul 08.00.
”Jadi tanahnya retak setelah dilintasi truk es tube," ungkapnya.
Menjelang sore, hujan turun deras dan menimbulkan genangan. Kondisi tersebut semakin memperparah tanah yang ambrol. Tidak hanya itu, dinding Mie Gacoan yang bersisian dengan Warung Madura ikut ambrol. Melihat kondisi beberapa bangunan yang ambrol, Agus langsung mengecek warung.
Agus melihat Qoit sudah terkubur oleh material. Qoit juga tidak bisa diajak berkomunikasi.
”Jadi kondisinya sudah kelelep," imbuhnya.
Tubuh Qoit kemudian terseret aliran air sungai di bawahnya. Dia ditemukan meninggal dunia di Kacuk atau sekitar Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, menjelang pukul 17.30.
Setelah ditemukan, jenazah Qoit dibawa ke rumah sakit. Demikian pula rekannya yang bernama Rizal.
Seusai kejadian itu, BPBD Kota Malang bersama perangkat setempat langsung melakukan evakuasi. Sejumlah barang langsung dikeluarkan dari warung. Evakuasi berlangsung hingga pukul 19.15. Untuk mencegah tanah ambrol susulan, aparat juga memasang garis polisi di sekitar warung. (mel)
Editor : Aditya Novrian