Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Curungrejo Hasilkan 1,5 Liter Susu Kambing Etawa Per Hari

Mahmudan • Senin, 24 Februari 2025 | 00:40 WIB
POTENSIAL: Seorang peternak asal Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen memberi makan kambing etawa di kandang Sumber Brantas Farm, Jumat lalu (21/2).
POTENSIAL: Seorang peternak asal Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen memberi makan kambing etawa di kandang Sumber Brantas Farm, Jumat lalu (21/2).

KEPANJEN - Kambing etawa ras kaligesing menjadi salah satu jenis ternak yang diunggulkan Kabupaten Malang.

Tidak hanya fisiknya, produksi susunya pun dapat bersaing.

Per harinya bisa mencapai 1-1,5 liter.

Itu yang terdapat di peternakan kambing etawa di Sumber Brantas Farm milik Kelompok Peternak (Poknak) Rojokoyo Berkah, Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen.

“Di kandang ini ada sekitar 30-an ekor kambing etawa. Total produksi susunya mencapai 10 liter per hari,” ucap Anggota Kelompok Peternak (Poknak) Rojokoyo Berkah Andri Herdianto saat ditemui di Kandang Sumber Brantas Farm beberapa waktu lalu.

Susu tersebut dijual Rp 30 ribu per liter dari tingkat peternak.

Namun, pihaknya masih kesulitan memasarkan susu tersebut.

Sehingga hanya menjual ketika ada pesanan.

Artinya, Poknak Rojokoyo Berkah belum memiliki pasar khusus.

“Kami sudah mencoba memasarkan, cuma memang tidak selalu habis. Kalau tidak habis begitu kami simpan di pendingin,” kata Andri.

Padahal, dia melanjutkan, kualitas susu kambing tidak kalah dengan susu sapi.

Bahkan bisa dijadikan alternatif bagi masyarakat yang memiliki masalah pencernaan tertentu.

Sebab struktur lemak susu kambing lebih kecil dibanding susu sapi, sehingga mudah dicerna.

Selain itu, dia mengatakan, susu kambing juga rendah laktosa, sehingga cocok dikonsumsi oleh orang yang mengalami intoleransi laktosa ringan.

Kandungan gizi di dalamnya juga beragam.

Mulai dari protein berkualitas tinggi, kalsium, magnesium, dan vitamin.

Sementara itu, kambing etawa jarang dijual dalam bentuk daging.

Biasanya dijual hidup untuk keperluan kontes kambing.

Harga anak kambing atau cempe berkisar Rp 1,2-2,5 juta per ekor.

Sedangkan harga cempe kambing lokal mencapai Rp 600 ribu sampai Rp 1,5 juta per ekor.

Cempe tersebut biasanya berumur tiga bulan.

Untuk kambing dewasa bisa lebih dari Rp 20 juta per ekor, tergantung kesepakatan.

Andri menyebut, secara postur, kambing etawa lebih besar dibanding kambing lokal.

Hanya saja perawatannya membutuhkan ketelatenan dan ketekunan.

Dari segi makanan misalnya, kambing etawa membutuhkan lebih banyak jenis ramban (tanaman hijau), bukan jenis rumput liar. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Kambing Etawa #KEPANJEN #kabupateng malang #susu kambing etawa #kambing