MALANG KOTA – Isu Pertamax oplosan yang sedang ditangani Kejaksaan Agung membawa ”berkah” bagi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik swasta.
Antrean kendaraan di tempat-tempat tersebut lebih panjang dari biasanya.
Itu terjadi lantaran banyak konsumen BBM non-subsidi yang merasa kecewa dengan produk Pertamina.
Misalnya di SPBU Shell Jalan Kawi, Kota Malang, kemarin (28/2).
Antrean kendaraan, terutama roda dua, tampak memenuhi dua sisi SPBU tersebut.
Bahkan sampai mengular ke jalan raya.
Padahal, biasanya tak ada antrean panjang pengendara di SPBU tersebut.
Salah satu pengendara motor yang membeli BBM di SPBU Shell kemarin, Muhammad Oky, mengatakan antrean panjang sudah terjadi beberapa hari terakhir.
Utamanya sejak ada penjelasan dari Kejaksaan Agung tentang Pertamax oplosan.
“Sebelumnya hanya satu atau dua saja pengendara yang antre. Sekarang bisa sampai 10 lebih,” kata dia.
Oky mengaku sudah lama menggunakan Shell V Power untuk Yamaha Lexi miliknya.
Alasannya, BBM dengan RON 95 itu lebih hemat di mesin.
Tarikannya juga lebih enteng.
“Saya beli pakai aplikasi dan dapat poin yang bisa di-redeem,” kata dia.
Pembeli lain bernama Rifqi mengaku membeli BBM di SPBU swasta karena menghin dari antrean di SPBU Pertamina.
Minggu lalu masih tidak ada antrean panjang.
Kemarin, warga Bululawang itu agak kaget karena pembeli BBM di SPBU swasta juga mulai antre.
Meski sudah banyak yang mulai pindah ke SPBU swasta, antrean pembeli BBM di SPBU Pertamina juga tetap mengular sejak pagi sampai sore.
Tapi, para pengendara itu antre membeli pertalite.
Sedangkan di jalur Pertamax hanya ada satu atau dua pembeli yang antre.
Mayoritas justru kendaraan roda empat. (dur/fat)
Editor : Aditya Novrian