RADAR MALANG - Lebih dari sekedar dokumenter, No Other Land berhasil menyabet piala oscar sebagai Best Documentary Feature Film ajang Oscar di Academy Awards ke-97 di Hollywood, Los Angeles, California, 2 Maret 2025.
Kemenangan Dokumenter “No Other Land” diumumkan oleh Selena Gomez dan Samuel L. Jackson.
Dokumenter tragis yang berhasil mengabadikan pengusiran paksa yang dilakukan militer israel di Masafer Yatta, Wilayah di Tepi Barat.
Baca Juga: Ribuan warga Palestina kembali pulang ke Gaza Utara
Diambil melalui sudut pandang Basel Adra yang merupakan aktivis muda asal Palestina yang telah menyaksikan dan menentang keras penggusuran paksa oleh militer Israel di Masafer Yatta, Wilayah di Tepi Barat.
Basel Adra sebagai co-director, mendokumentasikan proses penghancuran yang bertahap, rumah-rumah dihancurkan dan penduduk diusir paksa demi kepentingan pembangunan zona latihan militer israel.
Dalam proses Basel Adra mendokumentasikan kejadian-kejadian tragis itu, ia mengenal Yuval Abraham, seorang jurnalis asal Israel.
Baca Juga: PBB Tolak Rencana Trump Relokasi Palestina dari Gaza
Hubungan persahabatan antara Basel Adra dan Yuval abraham yang tak terduga ini ternyata menjadi elemen penting dalam dokumenter ini.
Butuh waktu lima tahun untuk menyoroti realita berbeda yang dialami oleh Abraham dengan kebebasannya, ia dapat bepergian ke mana saja sebagai pengguna plat nomor kuning Israel, beda dengan Basel Adra yang terjebak di wilayah yang semakin sempit sebagai warga Palestina.
Momen yang lebih menggemparkan sosial media adalah saat Basel Adra menyampaikan pidato kemenangannya.
Baca Juga: Israel Menunda Pembebasan 620 Tahanan Palestina, Melanggar Kesepatan Gencatan Senjata
Awalnya Basel hanya mengungkapkan harapan bahwa putrinya tidak akan menjalani kehidupan yang sama seperti yang ia alami, sampai diakhir pidatonya ia menyampaikan kesedihannya dengan sedikit emosional.
“‘No Other LAnd’ mencerminkan kenyataan pahit yang kita hadapi selama beberapa dekade dan masih kami suarakan untuk mengambil tindakan serius untuk menghentikan ketidakadilan dan menghentikan pembersihan etnis orang Palestina,” Kata Basel saat berpidato, dikutip dari unggahan The National News.
Yuval Abraham menambahkan bahwa film ini dibuat oleh orang Palestina dan Israel karena suara mereka akan lebih kuat.
Lebih lanjut, Abraham menilai bahwa saat ia di Amerika Serikat, kebijakan Luar negeri di negara ini membantu menghalangi jalan perdamaian antara Israel dan Palestina.
Baca Juga: BAZNAS RI Siapkan Puluhan Ribu Paket Makanan untuk Dukungan Kemanusiaan di Palestina
Menurut ia, seharusnya kehancuran-kehancuran ini harus diakhiri dengan solusi politik tanpa supremasi etnis, dengan pengakuan hak-hak nasional rakyat kedua negara.
Pidato yang berani ini membangunkan seluruh dunia untuk turut berkomentar, banyak unggahan komentar yang menilai bahwa pidato kemenangan ini adalah pidato paling berani sepanjang sejarah. (NR)