MALANG – Nama Ridwan Kamil mendadak jadi berbincangan di dunia maya. Hal ini terjadi karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah mantan Gubernur Jawa Barat yang berada di Bandung, Senin (10/3). Bagaimana profil politisi yang sekaligus seorang arsitek ini?
Terkait penggeledahan rumahnya, Ridwan Kamil sendiri sudah memberi tanggapan. Dia menyatakan mendukung penuh proses yang dilakukan KPK. Apalagi prosedur yang tepat sudah dilakukan petugas KPK di lapangan. Termasuk sudah menunjukkan surat resmi penggeledahan. “Kami selaku warga negara yang baik sangat kooperatif dan sepenuhnya mendukung/membantu tim KPK secara profesional,” ujar Ridwan Kamis seperti yang dilansir Jawa Pos (10/3).
Pria yang ahli dalam hal desain dan arsitektur ini mengatakan bahwa dia menyeranhkan proses lebih lanjut kepada KPK. Terutaa berkenaan dengn penggeledahan yang dilakukan. “Hal-hal terkait lainnya kami tidak bisa mendahului tim KPK dalam memberikan keterangan, silahkan insan pers bertanda langsung kepada tim KPK,” bebernya kepada awak media.
KPK sendiri sebelumnya melakukan penggeledahan di rumah eks Wali Kota Bandung ini. Kabarnya, hal itu berkaitan dengan penyidikan dugaan perkara korupsi dalam salah satu bank BUMD.
Profil Ridwan Kamil sendiri selama ini dikenal sebagai politisi ulung. Karir politiknya bisa dibilang cukup moncer. Bahkan, usai menjawat Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mampu menakhlukkan pemilih Jawa Barat dan menjadi Gubernur periode 2018-2023.
Dalam Pilgub Jakarta 2024 lalu, kader Partai Golkar ini bahkan menjadi salah satu paslon yang bersaing sengit. Ditandemkan dengan Suswono, Ridwan Kamil menjadi Calon Gubernur Jakarta yang cukup populer. Meski akhirnya kalah oleh paslon Pramono Anung-Rano Karno, citranya masih cukup baik di masyarakat.
Jauh sebelum menapaki karir politik pada 2013, pria kelahiran 4 Oktober 1971 ini sebenarnya jauh lebih dikenal sebagai arsitek. Pria yang akrab disapa Kang Emil telah mendesain dan merancang berbagai bangunan ikonik di berbagai kota di Indonesia bahkan di luar negeri. Seperti Museum Tsunami Aceh, Masjid 99 Kubah Makassar, Masjid Al Mumtadz Bandung, hingga Beijing Finance Street dan Ningbo Newton di Tiongkok. Bersama perusahaan yang didirikannya Urbane, Ridwan Kamil juga telah memenangkan berbagai penghargaan dalam bidang arsitektur.
Putra asli kelahiran Bandung, Jawa Barat, Ridwan Kamil dibesarkan dalam keluarga akademisi. Ayahnya, Dr Atje Misbach Muhjiddin adalah seorang dosen di fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Tak heran, untuk urusan pendidikan Ridwan Kamil tak main-main. Usai lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dia melanjutkan kuliah di luar negeri, tepatnya di Universitas California Barkeley Amerika Serikat.
Sempat bekerja paruh waktu di Departemen Perencanaan Kota Barkeley, pada tahun 2002, Ridwan Kamil pulang ke Indonesia. Dua tahun berselang dia mendirikan Urbane, sebuah perusahaan konsultan bidang perencanaan arsitektur dan desain sesuai keahliannya. Di usianya yang masih sangat muda itu, Ridwan Kamil bersama rekan-rekannya berhasil meraih sejumlah penghargaan. Di antaranya BCI Asia Awards. Tahun 2013, karirnya di bidang arsitektur ini tampaknya mulai sedikit ditinggalkan, Ridwan Kamil akhirnya lebih fokus di politik.
Editor : A. Nugroho