Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Longsornya Tambang Emas Ilegal di Maluku Berakhir Memakan Korban

Aditya Novrian • Rabu, 12 Maret 2025 | 20:00 WIB
ilustrasi bentuk emas (Freepik.com)
ilustrasi bentuk emas (Freepik.com)

Radar Malang–Sebuah tambang emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, mengalami longsor pada Sabtu, 8 Maret 2025.

Peristiwa ini mengakibatkan tujuh penambang Meninggal Dunia, sementara enam lainnya mengalami luka-luka.

Longsor diduga terjadi akibat jebolnya bak penampung air yang tidak kuat menahan curah hujan tinggi. Akibatnya, material tanah dan batu menimbun lokasi tempat para penambang bekerja.

Salah satu pekerja yang selamat mengaku sempat mendengar suara air deras sebelum longsor terjadi. Ia segera melarikan diri dan menyaksikan tanah serta batu menghantam lokasi tenda para penambang.

Saat kejadian, kondisi tambang memang dinilai tidak aman. Aktivitas penambangan ilegal yang tidak terkontrol membuat daerah tersebut semakin rentan terhadap bencana, terutama saat musim hujan.

Tim penyelamat masih berupaya mencari beberapa penambang lain yang diduga masih tertimbun di bawah material longsoran.

Gunung Botak sendiri dikenal sebagai salah satu lokasi tambang emas ilegal yang telah lama menjadi perhatian pihak berwenang.

Meski sering dilakukan operasi penertiban, aktivitas pertambangan di daerah ini tetap berlangsung karena adanya permintaan tinggi terhadap emas.

Selain membahayakan nyawa para pekerja, tambang ilegal ini juga menimbulkan dampak lingkungan yang serius, termasuk pencemaran air akibat penggunaan bahan kimia berbahaya.

Pihak kepolisian dan pemerintah daerah kini sedang menyelidiki kejadian ini serta mempertimbangkan langkah lebih tegas untuk menertibkan aktivitas penambangan ilegal di Gunung Botak.

Sementara itu, keluarga korban berharap adanya upaya lebih serius dalam mengawasi dan menindak tambang ilegal agar kejadian serupa tidak terulang. (Rizz)

Editor : Aditya Novrian
#Emas #ilegal #korban #Maluku #Tambang