Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tarif Impor AS Naik, Mendag Siap Antisipasi Dampaknya ke Indonesia

Aditya Novrian • Rabu, 19 Maret 2025 | 20:05 WIB
SIDAK PASAR: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso (kanan) memantau harga bapok kemarin. RIANA SETIAWAN/JAWAPOS
SIDAK PASAR: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso (kanan) memantau harga bapok kemarin. RIANA SETIAWAN/JAWAPOS

RADAR MALANG - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengingatkan pentingnya mengantisipasi kebijakan tarif tinggi yang berpotensi diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap produk impor dari Indonesia.

Langkah-langkah strategis tengah disusun agar dampaknya tidak merugikan perekonomian Indonesia.

Saat meninjau harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Selasa (2/4).

Mendag menegaskan bahwa pemerintah sedang berupaya menjaga stabilitas perdagangan dengan Amerika Serikat. 

“Pertama kita antisipasi dulu kebijakan Trump ini, yang kebijakan mengenai tarif. Kita lagi antisipasi apa sih langkah-langkah yang harus kita lakukan. Kita lagi mencoba, jangan sampai nanti kita kena dampaknya,” ujar Mendag.

Mendag menjelaskan bahwa Indonesia merupakan penyumbang defisit perdagangan ke-15 bagi Amerika Serikat. 

Hal ini berarti ekspor Indonesia ke AS cukup besar, sementara impor dari negara tersebut relatif lebih kecil. 

Pemerintah pun berupaya menjaga keseimbangan ini agar tidak terdampak kebijakan tarif yang akan diterapkan. 

“Jadi kita sedang antisipasi pasar kita. Kita itu kan penyumbang defisit nomor 15 ke Amerika. Jadi ekspor kita besar, impor kita nggak terlalu besar dari Amerika. Sehingga kita jaga dulu, kita jaga,” tutur Mendag.

Pemerintah terus memantau kebijakan tarif yang dirancang AS agar akses pasar Indonesia ke negara tersebut tetap stabil. 

Menurut Mendag, penting bagi Indonesia untuk menjaga hubungan perdagangan yang harmonis dengan AS guna memastikan ekspor tetap berjalan lancar. 

“Jadi ini dalam waktu dekat ini gimana supaya akses pasar kita ke sana aman. Tetapi akses Amerika ke sini juga jangan diganggu gitu. Jadi karena kita terlalu besar ya, terlalu besar ekspor ke sananya. Ya itu kita jaga dulu, yang penting itu dulu,” jelasnya.

Baca Juga: Korupsi Dana Impor Gula Rp 400 Miliar, Tom Lembong Mantan Mendag Ditetapkan Jadi Tersangka

Meskipun hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kenaikan tarif, Mendag berharap Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara yang dikenakan tarif tambahan. 

“Ya mudah-mudahan nggak, mudah-mudahan nggak (kena kenaikan tarif),” ungkapnya.

Namun, ia tetap mewaspadai kebijakan yang akan diumumkan pada 2 April 2025. “Sementara masih aman, kita tunggu. Kan rencananya tanggal 2 April mau diumumkan. Tapi kemarin kami juga ketemu dengan Dubes Amerika, beliau juga udah ngasih kisi-kisi negara, kira-kira kenapa sih negara lain harus dikenakan? Penyebabnya apa ya, udah dikasih kisi-kisi,” imbuh Mendag.

Mendag menekankan bahwa pemerintah akan terus menjaga hubungan dagang yang seimbang antara Indonesia dan Amerika Serikat. 

“Makanya kita harus jaga terus hubungan perdagangan kita, pasar kita di sana supaya aman. Tapi pasar Amerika di sini juga aman,” tambahnya.(fd)

Editor : Aditya Novrian
#Mendag #AS #DONALD DTRUMP #budi santoso