RADAR MALANG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan drastis hingga lebih dari 5 persen, sebelum menutup di posisi 6.076 (minus 6,11 persen), pada perdagangan sesi pertama, Selasa, (18/3).
Hal ini membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) harus menghentikan perdagangan (trading halt) selama 30 menit.
“Dengan ini kami menginformasikan bahwa hari ini, Selasa, 18 Maret 2025 telah terjadi pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) yang dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5%,” tulis BEI pada Press Release yang diunggah kemarin, (18/3).
Baca Juga: Tarif Impor AS Naik, Mendag Siap Antisipasi Dampaknya ke Indonesia
Kemerosotan IHSG hingga trading halt ini jadi yang pertama setelah pandemi COVID-19 melanda 2021 lalu.
Lantas, apa dampaknya bagi perekonomian Indonesia?
Beberapa potensi dampak ekonomi yang bisa terjadi antara lain:
- Menurunnya Kepercayaan Investor – Jika IHSG terus melemah, investor asing bisa semakin ragu untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
- Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi – IHSG yang lesu bisa menjadi indikasi melemahnya sektor riil, yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional.
- Tekanan terhadap Rupiah – Jika banyak investor menarik dana dari pasar modal, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa ikut tertekan.
Baca Juga: Buntut Insiden Jeju Air, Saham Boeing Anjlok
Akibat dari potensi-potensi di atas bisa jadi menyebabkan lay-off karyawan besar-besaran di perusahaan sebab tak ada investor yang menanamkan modal.
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi sepi karena pertumbuhan ekonomi lambat.
Pengangguran juga akan meningkat akibat lay-off, lapangan kerja sepi, dan UMKM melemah.
Jika pengangguran meningkat boleh jadi kriminalitas akan meningkat juga.
Namun setelah trading halt dihentikan, IHSG merangkak naik keluar dari angka minus.
Setelah turun hingga minus 6 persen, hingga berita ini ditulis, angka IHSG kembali ke warna hijau.
Per jam 12.00 pada hari Rabu (19/3) hari ini, IHSG berada di posisi 6.284,47 (0,98 persen). (rossa)
Editor : Aditya Novrian