Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Petani Nganjuk Tak Bisa Menikmati Meski Panen Beras Melimpah, Ini Sebabnya 

A. Nugroho • Selasa, 25 Maret 2025 | 00:36 WIB
HIJAU: Ilustrasi sawah di Nganjuk yang mengasilkan panen padi ratusan ton tetapi petani tak menikmati hasilnya.
HIJAU: Ilustrasi sawah di Nganjuk yang mengasilkan panen padi ratusan ton tetapi petani tak menikmati hasilnya.

RADAR MALANG – Sebagai salah satu penghasil beras terbesar di Jawa Timur, Kabupaten Nganjuk seharusnya menjadi ladang kesejahteraan bagi petani. Namun fakta di lapangan ternyata bicara sebaliknya. Meski hasil panen melimpah dan mencapai ratusan ton, namun kesejahteraan petaninya tak terkerek naik.

Pada tahun 2023 misalnya, panen di Nganjuk bisa menghasilkan 484.378 ton padi. Sehingga, kabupaten yang juga populer karena bawang merahnya ini menjadi delapan besar penghasil padi terbesar di Jawa Timur.

Namun seperti dilansir Radar Nganjuk, gabah kering dibeli tengkulak dari petani dengan harga yang rendah. Kabarnya, tengkulak membeli di bawah harga pokok penjualan (HPP) yang ditetapkan pemerintah, Rp 6/500 per kilogram.

Dinas Pertanian (Disperta) setempat pun tak bisa berbuat banyak terkait hal tersebut. “Disperta ranahnya adalah meningkatkan produktivitas, bukan meningkatkan harga jual,” ujar Itsna Shofiani Plt Kepala Disperta Kabupaten Nganjuk.

Belum adanya solusi untuk petani ini membuat banyak petani Nganjuk merana. Mereka tak bisa menikmati hasil penjualan padi atau gabah kering meski panennya melimpah. Sementara Bulog pun seperti diberitakan Radar Nganjuk, tidak bisa menyerap semua hasil panen petani. Termasuk gabah kering mereka. Akibatnya mereka terpaksa menjual murah ke tengkulak.

Harga yang biasa disepakati oleh tengkulak, biasanya di kisaran Rp 5.700 – Rp 6.000 per kilogram. Jumlah tersebut tentu masih di bawah HPP dari pemerintah sendiri.

Apalagi, jika melihat harga beras di pasaran menjelang Lebaran tahun ini yang cenderung naik. Harga yang didapat petani masih jauh dari tersebut sehingga mereka tak bisa mendapat hasil yang semestinya.

 

Editor : A. Nugroho
#petani #nganjuk #bulog #beras