Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Paska Kemenangan di Oscar, Co-Sutradara No Other Land Hamdan Ballal Diserang dan Diculik Israel

A. Nugroho • Selasa, 25 Maret 2025 | 18:15 WIB
Co-Sutradara
Co-Sutradara

RADAR MALANG - Tiga pekan setelah kemenangannya di Oscar, co-sutradara film dokumenter "No Other Land," Hamdan Ballal dikabarkan hilang.

Kabar ini pertama kali disampaikan oleh rekan sutradaranya, Yuval Abraham, melalui serangkaian unggahan di media sosial X dini hari ini (25/3).

Menurut Abraham, Ballal tak hanya diculik namun mengalami serangan brutal oleh pemukim Israel sebelumnya.

"Sekelompok pemukim baru saja melakukan kekerasan terhadap Hamdan Ballal, co-sutradara film kami 'No Other Land.' Mereka memukulinya, menyebabkan luka-luka di kepala dan perutnya. Tentara kemudian menyerbu ambulans yang dipanggilnya dan membawanya pergi. Sejak saat itu, tidak ada tanda-tanda keberadaannya," tulis Abraham di X.

Baca Juga: Dokumenter “No Other Land” Raih Piala Oscar, Sutradara Kritik Langsung Pemerintah AS dalam Pidatonya

Berdasarkan laporan Associated Press yang dilansir dari Variety, serangan ini disaksikan oleh aktivis dari Center for Jewish Nonviolence, yang menggambarkan bagaimana 10 hingga 20 pemukim bertopeng menyerang Ballal dan aktivis Yahudi lainnya menggunakan batu dan tongkat. 

Mereka juga menghancurkan kaca mobil serta merusak ban kendaraan para korban.

Serangan ini terjadi hanya tiga minggu setelah "No Other Land" memenangkan Academy Award untuk kategori Dokumenter Terbaik. 

Dalam pidato penerimaan penghargaan tersebut, para sutradara, termasuk Ballal, Basel Adra, Yuval Abraham, dan Rachel Szor, memanfaatkan momen tersebut untuk menyoroti situasi di Palestina, khususnya di Gaza.

Baca Juga: Dipenuhi Artis Genius: Jajaran Line-Up Red Carpet Paling Mencuri Perhatian di Oscar 2025!

"Kami menyerukan kepada dunia untuk mengambil tindakan nyata guna menghentikan ketidakadilan dan pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina," ujar Basel Adra, seorang jurnalis dan aktivis Palestina. 

"Sekitar dua bulan lalu, saya menjadi seorang ayah, dan harapan saya adalah agar anak perempuan saya tidak perlu menjalani hidup seperti yang saya jalani sekarang. 'No Other Land' mencerminkan kenyataan pahit yang telah kami alami selama puluhan tahun dan terus kami lawan."

"No Other Land" dibuat oleh kolektif Israel-Palestina dan mendokumentasikan kehidupan sebuah keluarga Palestina di WestBank.

Mereka menghadapi penghancuran rumah mereka oleh pemerintah Israel serta ancaman pengusiran paksa. 

Film ini juga menyoroti persahabatan tak terduga antara Adra dan Abraham, seorang jurnalis Israel, yang bekerja sama untuk merekam kisah tragis ini.

Film ini pertama kali tayang perdana di Berlinale tahun lalu, memenangkan penghargaan juri dan penonton sebagai Dokumenter Terbaik.

 Kemudian, film ini terus mendapatkan pujian kritis dan diputar di festival bergengsi seperti Toronto, Vancouver, dan New York.

Namun, hingga kini, "No Other Land" masih belum mendapatkan distributor di Amerika Serikat, sehingga para pembuat film harus merilisnya sendiri di New York City pada 31 Januari dan di Los Angeles pada 7 Februari. (rossa)

Editor : A. Nugroho
#oscar #diculik #hilang #No Other Land #Israel #Palestina #Diserang