Larang Kendaraan dari Krian Langsung ke Arah Terminal
SIDOARJO - Satlantas Polresta Sidoarjo menerapkan rekayasa lalu lintas di traffic light yang ada di pertigaan Medaeng, Taman.
Jalur bagi kendaraan dari arah barat atau Krian ditutup dengan water barrier.
Jadi, pengendara tidak bisa langsung ke Jalan Letjen Suyoto Waru atau ke arah terminal.
Baca Juga: Lalu Lintas Masih Landai hingga Hari Ketiga Arus Mudik di Singosari Malang
Kendaraan dari arah Krian yang ingin ke jalan menuju pintu masuk Terminal Purabaya itu harus memutar.
Menempuh jalur ke Jalan Raya Taman yang mengarah ke Bundaran Waru.
Lalu memutar di bawah jalan tol. Kanitkamsel Polresta Sidoarjo Iptu Ali Rifqi Mubarok menjelaskan, rekayasa itu mulai diterapkan Kamis (27/3) petang.
Tujuannya mengurai penumpukan di Jalan Letjen Sutoyo.
Baca Juga: Mudik Lebaran, Ini Tempat Ngaso Paling Asoy Jalur Malang – Kediri
”Konsepnya buka tutup, situasional,” katanya kemarin (28/3).
Jalan Letjen Sutoyo mendapat perhatian khusus selama arus mudik dan balik.
Sebab, jalan itu dilalui bus yang akan ke terminal.
”Berdasarkan pengamatan, titik tersebut sering terpantau padat pada jam tertentu,” terangnya.
Kondisi itu disebabkan sejumlah faktor.
Di antaranya, volume kendaraan yang tinggi.
Muaranya, terjadi penumpukan di persimpangan yang mengarah ke Jalan Letjen Sutoyo.
Sebab, pengendara dari barat harus berbagi jalur dengan kendaraan yang keluar dari arah timur Jalan Raya Taman.
Baca Juga: Kemenag Perkuat Fasilitas Mudik dengan Menyediakan 6.180 Posko Masjid di Jalur Mudik
”Beberapa di antaranya kendaraan dari exit tol seperti bus yang menuju ke terminal,” ujarnya.
Ali mengungkapkan, larangan kendaraan dari arah barat untuk langsung ke Jalan Letjen Sutoyo juga tergantung kondisi.
Kalau tidak terlalu padat, motor diperbolehkan melintas.
”Water barrier diberi jarak sebagai akses,” paparnya.
Baca Juga: Kemacetan di Menganti Lidah Wetan Berkurang 20 Persen
Menurutnya, penerapan rekayasa sejauh ini cukup efektif.
Tidak terjadi penumpukan di Jalan Letjen Sutoyo sisi timur.
Dia pun meminta masyarakat yang terdampak pengalihan agar maklum.
”Demi kebaikan bersama agar tidak ada penumpukan di persimpangan,” ungkapnya. (edi/uzi/adn)
Editor : A. Nugroho