KABUPATEN Sebuah rumah sekaligus toko kelontong milik Luki Dwi Andi Wijaya, 41, warga Dusun Suko, Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, terbakar pada 3 Maret malam.
Hasil pemeriksaan memunculkan dugaan bahwa kebakaran itu dipicu korsleting listrik di bagian dapur.
Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 700 juta.
Saat terjadi kebakaran, rumah tersebut dalam kondisi kosong.
Luki dan keluarganya sedang bertamu ke rumah saudara mereka.
Kobaran api justru diketahui oleh salah satu tetangga bernama David, sekitar pukul 21.15.
Saat itu api sudah membubung tinggi.
David segera mencari pertolongan warga lain dan mulai bergotong royong untuk memadamkan api.
Mereka menyiramkan air menggunakan peralatan seadanya, seperti ember dan selang kecil.
Tapi upaya itu sia-sia.
Api justru semakin membara dan menyebar ke seluruh bagian rumah dua lantai itu.
”Laporan masuk ke tim pemadam kebakaran sekitar 15 menit setelah saksi mengetahui ada kobaran api,” ujar Kapolsek Sumberpucung Iptu Alek.
Dia menjelaskan, penyebab kebakaran terindikasi berasal dari korsleting listrik di bagian dapur.
Di ruangan tersebut terdapat beberapa peralatan yang tersambung listrik, seperti kulkas dan penanak nasi.
Api dari korsleting listrik itu kemudian membakar bahan-bahan di sekitarnya.
Api cepat membesar lantaran posisi dapur satu lantai dengan toko kelontong.
Petugas Damkar sampai di lokasi kejadian pada pukul 21.45.
Saat itu seluruh bangunan sudah diselimuti api.
Bahkan dalam video yang di bagikan saksi, tampak api sudah membubung tinggi melebihi atap rumah korban.
Dalam waktu satu jam, petugas berjibaku memadamkan api dan kebakaran baru bisa dijinakkan pukul 22.45.
”Tidak ada korban jiwa atau luka. Tapi kerugian korban mencapai Rp 700 juta,” ujar Komandan Regu 4 Damkar Kabupaten Malang Samsul Baqtiar.
Butuh waktu lebih lama untuk melakukan pendinginan setelah kebakaran.
Sebab, banyak barang di toko ke lontong milik korban yang terbuat dari plastik.
Apalagi selain menjual sembako, toko tersebut juga menjual beberapa keperluan berkendara, seperti helm. (aff/fat)
Editor : A. Nugroho