Jumbo menjadi film animasi terlaris sepanjang masa di Indonesia dengan jumlah penonton lebih dari satu juta penonton hingga artikel ini ditulis.
Jumbo menjadi salah satu film yang tayang di Indonesia pada Lebaran 2025.
Film ini karya dari sutradara Ryan Adriandhy, seorang komika yang menjuarai kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) pertama pada 2011.
Baca Juga: Bikin Nostalgia! Deretan Film Ikonik yang Selalu Tayang Di TV Saat Lebaran
Setelah berhasil meraih juara di SUCI, Ryan melanjutkan studi S2 di Universitas Rochester.
Diketahui bahwa film animasi pendek menjadi tugas akhirnya, Prognosis, yang berhasil memenangkan Piala Citra untuk kategori film animasi terbaik.
Jumbo menjadi film debutannya dari Visinema Studios yang tayang tepat pada tanggal 31 Maret 2025.
Baca Juga: Rekomendasi Film Keluarga saat Libur Lebaran 2025, Jumbo Bersaing dengan Film Manca
Sinopsis dari film Jumbo adalah menceritakan tentang anak yatim piatu berusia 10 tahun bernama Don yang kerap dipanggil Jumbo karena badannya yang gendut.
Don sering dirundung oleh teman-temannya, lalu ia pun berambisi untuk membuktikan kebolehannya dengan membuat pentas seni dari buku cerita pengantar tidur yang ditinggalkan oleh ayah dan ibunya.
Film ini memberikan atmosfer nostalgia kepada penontonnya karena ceritanya yang hangat.
Baca Juga: Rekomendasi Film Keluarga saat Libur Lebaran 2025, Jumbo Bersaing dengan Film Manca
Jumbo berisikan aktor dan aktris papas atas sebagai pengisi suara masing-masing karakternya.
Pengisi suara Don atau Jumbo adalah Prince Poetiray, ditemani oleh jajaran artis papan atas seperti, Ariel NOAH, Bunga Citra Lestari, Angga Yunanda, hingga Cinta Laura.
Jumbo berpotensi untuk menggaet penonton lebih lagi karena ketersediaan layarnya masih tinggi.
Selain itu, juga karena hype dari film ini yang menjadi trending di berbagai sosial media yang membuat masyarakat penasaran dengan alur ceritanya.
Jumbo mencetak sejarah sebagai satu-satunya film animasi dengan jumlah penonton terbanyak di Indonesia saat ini.
Pencapaian ini menegaskan bahwa karya lokal mampu meraih tempat istimewa di hati penonton, sekaligus membuka jalan bagi perkembangan film animasi Indonesia ke level yang lebih tinggi. (nai)
Editor : A. Nugroho