Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perang Tarif AS-China: WTO Memperkirakan Resiko Terhadap PDB Dunia dan Perdagangan Internasional

Aditya Novrian • Jumat, 11 April 2025 | 17:15 WIB

Kantor World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia (wto.org)
Kantor World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia (wto.org)

World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia memperkirakan aksi perang tarif Amerika Serikat dengan China dapat memangkas perdagangan kedua negara sebesar 80 persen.

Perang tarif secara berkelanjutan itu juga berpotensi menggerus produk domestik bruto atau PDB dunia hingga 7 persen.

Pada Rabu (02/04/2025), Amerika Serikat mengenakan tarif resiprokal terhadap China sebesar 34 persen.

Baca Juga: Tarif Impor AS Trump: Negara-Negara dengan Dampak Tarif Tertinggi hingga Terendah

Selang tak lama, China membalas AS dengan mengenakan tarif yang sama.

Tarif terbaru saat ini, AS tak tinggal diam dengan lonjakkan menaikkan tarif terhadap China dari 54 persen menjadi 104 persen dan 125 persen hingga kemudian dikonfirmasi oleh Gedung Putih bahwa tarif yang berlaku kini 145 persen.

China pun ikut-ikutan memasang bea masuk produk impor dari AS sebesar 84 persen.

Baca Juga: Trump Lakukan Pemecatan Massal di Voice of America, Anggaran Media Pemerintah AS Dibekukan

Pertikaian ini menciptakan keretakan bersejarah yang tidak hanya akan menyebabkan penderitaan bagi kedua ekonomi yang sejatinya saling terkait erat ini, tetapi juga menambah gesekan yang luar biasa pada persaingan geopolitik mereka.

Kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Donald Trump dilakukan dengan tujuan untuk "membebaskan" AS dari ketergantungan barang impor dan melindungi industri AS terhadap ketidakadilan dalam perdagangan global.

Dilansir dari StratNews Global, Direktur Jenderal WTO, Ngozi Okonjo-Iweala, mengatakan bahwa perang tarif yang semakin memanas antara Amerika Serikat dan China menimbulkan risiko signifikan akan terjadinya penurunan besar dalam perdagangan antara kedua negara.

Baca Juga: Donald Trump Umumkan Kebijakan Larangan Negara Mayoritas Muslim Masuk AS

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan proyeksi awal WTO, perdagangan barang antara kedua negara tersebut berisiko mengalami penurunan drastis hingga mencapai 80 persen.

Okonjo-Iweala juga memperingatkan bahwa penurunan perdagangan ini dapat merusak prospek ekonomi global secara serius.

Perdagangan AS dan China menyumbang sekitar 3 persen dari total perdagangan dunia.

Jika perang tarif terus berlanjut, dapat berpotensi untuk membawa konsekuensi yang tidak main-main terhadap stabilitas ekonomi dunia.

Perang tarif antara AS dan China tak lagi hanya soal dua negara, tapi telah menjadi ancaman bagi ekonomi global. (nai)

Editor : Aditya Novrian
#amerika serikat #Organisasi Perdagangan Dunia #perang tarif #China #donald trump #world trade organization #wto