Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penelitian Soroti Risiko Keamanan Anak di Platform Roblox

Aditya Novrian • Kamis, 17 April 2025 | 19:15 WIB
Ilustrasi avatar dari game roblox
Ilustrasi avatar dari game roblox

RADAR MALANG—Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa platform permainan daring Roblox dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk terpapar konten yang tidak sesuai dan berinteraksi dengan individu asing tanpa pengawasan.

Studi ini menyoroti potensi bahaya yang mengintai pengguna muda dalam lingkungan virtual tersebut.​

Peneliti menemukan bahwa meskipun Roblox menyediakan fitur kontrol orang tua, masih terdapat celah yang memungkinkan anak-anak mengakses materi yang tidak pantas dan berkomunikasi dengan orang dewasa yang tidak dikenal.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan dan kesejahteraan anak-anak saat bermain di platform tersebut.

Para ahli keamanan digital menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas daring anak-anak mereka.

Mereka menyarankan agar orang tua secara aktif menggunakan fitur kontrol yang tersedia dan berdiskusi terbuka dengan anak-anak tentang potensi risiko yang ada di dunia maya.​

Roblox, yang populer di kalangan anak-anak dan remaja, memungkinkan pengguna untuk membuat dan memainkan berbagai permainan yang dibuat oleh komunitas.

Studi ini menunjukkan bahwa anak-anak yang baru berusia lima tahun masih bisa berinteraksi dengan orang dewasa saat bermain di platform tersebut.

Penelitian juga menemukan adanya kasus di mana anak-anak dan orang dewasa berkomunikasi tanpa adanya pengawasan atau verifikasi usia yang memadai.

Hal ini terjadi meskipun Roblox telah memperbarui pengaturannya pada bulan November yang lalu, yang menyatakan bahwa akun pengguna yang terdaftar sebagai anak di bawah usia 13 tahun tidak lagi dapat mengirim pesan pribadi ke pengguna lain di luar sesi permainan atau pengalaman, dan hanya diizinkan mengakses pesan yang bersifat publik.

Penelitian juga mengungkap bahwa avatar dari akun anak berusia 10 tahun dapat mengakses berbagai ruang virtual yang mengandung konten tidak pantas.

Namun, kebebasan ini juga membuka peluang bagi konten yang tidak sesuai dan interaksi yang berisiko.​

Hal ini juga termasuk ke ruang hotel di mana pengguna dapat melihat avatar wanita yang menggunakan stoking jalan berputar-putar di tempat tidur, kemudian avatar lain berbaring di atas satu sama lain dalam pose yang vulgar dan menjurus ke ranah seksual, serta ruang kamar mandi umum di mana avatar dapat buang air kecil dan dapat memilih aksesoris fetish.

Studi ini menjadi pengingat bagi orang tua dan pengasuh untuk lebih waspada terhadap aktivitas daring anak-anak dan memastikan lingkungan digital yang aman bagi mereka.​

Penelitian oleh Revealing Reality menunjukkan bahwa meskipun Roblox telah memperkenalkan kontrol keamanan baru pada 2024, anak-anak masih dapat mengakses konten yang tidak pantas dan berkomunikasi tanpa pengawasan dengan orang dewasa.

Editor : Aditya Novrian
#Games #anak anak #Roblox