RADAR MALANG - Festival Songkran, yang dirayakan setiap tahun di Thailand sebagai perayaan Tahun Baru tradisional, dikenal sebagai salah satu momen paling meriah di Negeri Gajah Putih.
Festival tersebut berlangsung selama hampir seminggu, biasanya dimulai dari 13 April, dan menarik wisatawan dari seluruh dunia dengan tradisi perang air yang ikonik.
Perayaan ini terkenal berkat salah satu acaranya yang berupa festival air. Semua orang merayakan acara tersebut dengan turun ke jalan dan saling menyiram air, bisa dengan ember atau pistol air.
Baca Juga: K3S Sukun Gelar Halal Bihalal Sekaligus Pembukaan Festival hingga Olimpiade
Festival ini juga mengadakan berbagai aktivitas, seperti konser, pawai, dan sebagainya.
Selain air, biasanya Songkran juga identik dengan bubuk putih atau pasta yang dioleskan ke wajah.
Bubuk tersebut bernama din sor pong sebenarnya adalah talk yang berfungsi sebagai perlindungan kulit dari sinar matahari.
Akan tetapi, di balik kemeriahannya, Songkran juga dikenal sebagai periode “Tujuh Hari Berbahaya”.
Baca Juga: Transaksi Festival Madyopuro Mangano di Kota Malang Tembus Rp 648 Juta
Alasan dikenal sebagai periode tersebut karena tingginya angka kecelakaan lalu lintas selama perayaan berlangsung.
Baru selama empat hari pertama Songkran tahun ini, tercatat 1.000 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 138 kematian dan 1.002 orang terluka.
Penyebab utama kecelakaan adalah kebut-kebutan dan mengemudi dalam pengaruh alkohol, yang menjadi perhatian serius bagi otoritas Thailand.
Baca Juga: DPRD Kota Malang Dorong Festival Kuliner Masif Digelar
Lebih dari 80% insiden kecelakaan tersebut yang menjadi korban mayoritas adalah pengendara sepeda motor.
Pemerintah Thailand telah berupaya mengurangi angka kecelakaan dengan mengadakan kampanye keselamatan jalan dan meningkatkan pengawasan selama periode tersebut.
Namun, meskipun ada penurunan statistik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jumlah korban tetap menjadi sorotan.
Di sisi lain, Songkran tetap menjadi momen yang dinantikan oleh masyarakat Thailand dan juga wisatawan.
Baca Juga: Indonesia Larang WNI Bekerja di Thailand, Kamboja, dan Myanmar
Selain perang air, festival ini juga diisi dengan tradisi budaya seperti memandikan patung Buddha, memberikan penghormatan kepada orang tua, dan berkumpul bersama keluarga.
Songkran bukan hanya menjadi simbol kebahagiaan, tetapi juga pengingat akan pentingnya keselamatan selama perayaan.
Dengan segala keunikannya, Songkran terus menjadi daya tarik global, meskipun tantangan keselamatan jalan tetap menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Thailand. (fi)
Editor : Aditya Novrian