MALANG KOTA- Harga emas meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir.
Itu membuat transaksi pembelian emas juga naik drastis.
Seperti yang terjadi di Pegadaian Cabang Malang.
Setelah Lebaran hingga kemarin (21/4), sudah ada 20 kilogram emas yang terjual.
Manajer Divisi Penjualan PT Pegadaian Cabang Malang Herlin Irawati mengatakan, peningkatan penjualan tersebut mencapai 200 persen dari bulan sebelumnya.
”Mulai setelah Lebaran terus naik pesat,” kata dia.
Dia mengatakan harga emas di Pegadaian saat ini mencapai Rp 2,004 juta per gram.
Sementara harga buyback senilai Rp 1,852 juta per gram.
Harga tersebut meningkat sekitar Rp 150 ribu per gram dibanding awal April lalu.
Herlin mengatakan, biasanya setelah Lebaran banyak nasabah yang menggadaikan emasnya.
Tahun ini trennya mengalami pergeseran.
Sebab, lebih banyak nasabah yang membeli emas untuk disimpan atau investasi.
”Awalnya memang fomo, tapi masyarakat menjadi melek investasi,” kata Herlin.
Selain membeli emas untuk ditabung, banyak nasabah yang juga memanfaatkan program cicil emas di Pegadaian.
”Itu untuk nasabah yang ingin beli emas dengan harga saat ini, tapi belum ada cukup uang,” tutur Herlin.
Nasabah bisa membayar uang muka dengan nominal 15 persen dari harga emas yang akan dibeli. Berat emasnya variatif.
Mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Tenornya mulai tiga bulan hingga tiga tahun.
Selain cicil emas, deposit emas juga bisa menjadi pilihan.
”Itu untuk yang ingin menabung emas dan tidak akan menjualnya dalam waktu dekat,” kata Herlin.
Rini, salah satu nasabah di sana mengaku sudah menabung emas saat harganya masih Rp 300 ribu per gram.
Sekarang, meskipun harga emas naik drastis, dia tetap memilih untuk menyimpan uangnya dalam bentuk emas.
”Kalau butuh uang, saya lebih memilih menggadaikan emas, dan saat punya uang pasti menebusnya,” kata dia.
Cara tersebut menurutnya lebih aman.
Sebab, dia tetap memiliki tabungan emas yang harganya akan terus naik.
Dia juga berencana ikut dalam program cicil emas arisan yang diadakan Pegadaian.
”Karena lebih aman memiliki emas dibanding uang tunai,” tambahnya. (dur/by)
Editor : A. Nugroho