Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dari Penjaga Klub Malam Hingga Pemimpin Umat Katolik Dunia: Perjalanan Hidup Paus Fransiskus yang Sarat Makna

Aditya Novrian • Selasa, 22 April 2025 | 21:40 WIB

Paus Fransiskus.
Paus Fransiskus.

RADAR MALANG - Kabar duka menyelimuti dunia. Pada Senin, 21 April 2025, Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik yang dikenal sederhana dan penuh kasih, tutup usia di umur 88 tahun. Vatikan mengonfirmasi bahwa sang Paus menghembuskan napas terakhir usai mengalami stroke yang mengakibatkan koma dan gagal jantung.

Lahir di Buenos Aires, Argentina, dengan nama Jorge Mario Bergoglio, sosok ini merupakan Paus pertama dari Amerika Selatan sekaligus pemimpin Jesuit pertama dalam sejarah Gereja Katolik. Namanya, Fransiskus, diambil dari Santo Fransiskus dari Assisi, seorang santo Italia yang terkenal dengan dedikasinya terhadap kaum miskin dan alam.

Baca Juga: Mengenal Pneumonia Ganda: Penyakit yang Menyerang Paus Fransiskus dan Tingkat Bahayanya

Namun, jauh sebelum menjadi figur pemersatu dunia yang sarat pesan damai, Bergoglio adalah remaja biasa yang harus berjuang untuk hidupnya. Tak banyak yang tahu, ia pernah bekerja sebagai penjaga klub malam di Buenos Aires, bahkan kerap mengusir pengunjung yang mabuk. Kehidupan keras itu justru menempanya menjadi pribadi rendah hati dan tangguh.

Semasa mudanya, Paus Fransiskus juga diuji oleh penyakit serius. Pada usia 21 tahun, ia harus menjalani operasi besar yang mengangkat sebagian paru-paru kanannya akibat infeksi. Kondisinya yang rapuh ini bahkan membuat dokter pesimis soal peluang hidupnya kala itu.

Baca Juga: Paus Fransiskus Tutup Usia Sehari Setelah Paskah

Ketertarikan Bergoglio tidak hanya terbatas pada agama dan filsafat, ia juga mencintai seni dan budaya pop. Salah satu sisi menariknya adalah ketika ia merilis album musik rock progresif berjudul Wake Up! pada 2015. Album ini memadukan pidato-pidato keagamaannya dengan sentuhan musik modern, sesuatu yang nyaris tak terbayangkan dilakukan seorang Paus.

Sebagai pria berdarah Argentina, Fransiskus juga lekat dengan budaya negerinya, termasuk kecintaannya pada tarian tango. Bahkan, ulang tahunnya yang ke-78 pernah ia rayakan dengan pagelaran dansa tango massal di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, dihadiri ratusan penari.

Baca Juga: Infeksi Kompleks, Vatikan Batalkan Kegiatan Paus Fransiscus Akhir Pekan Ini

Tak hanya itu, Paus Fransiskus sempat menekuni dunia sains sebagai teknisi kimia. Gelar akademisnya diraih dari sekolah teknik di Argentina, sebelum ia akhirnya memilih jalan hidup sebagai pelayan gereja.

Hidup sederhana menjadi prinsip yang terus ia pegang teguh, bahkan setelah menjadi Paus. Ia menolak tinggal di Istana Apostolik yang megah dan lebih memilih apartemen mungil di Domus Santa Marta. Selain itu, ia juga lebih suka makan makanan rumahan seperti sup, salad, dan ayam ketimbang hidangan mewah ala bangsawan Vatikan.

Baca Juga: Megawati Bertemu Paus Fransiskus di Vatikan, Bahas Misi Kemanusiaan

Dalam kehidupan sehari-hari, Paus Fransiskus dikenal sebagai sosok yang dekat dengan umat, bahkan tidak segan berfoto selfie bersama. Meski begitu, ia pernah mengingatkan bahwa budaya selfie bisa membuat seseorang terjebak dalam dunia virtual dan menjauh dari realitas.

Paus Fransiskus juga menjadi pemimpin agama yang vokal dalam isu perubahan iklim dan perdamaian global. Ia tak henti-hentinya mendorong para pemimpin dunia untuk segera bertindak menghadapi krisis lingkungan, bahkan sempat mendeklarasikan darurat iklim.

Hingga di akhir hidupnya, Paus Fransiskus tetap teguh menyuarakan keadilan. Salah satunya adalah perjuangannya membela rakyat Palestina, termasuk dengan rutin menelpon keluarga-keluarga Katolik di Gaza untuk memberikan dukungan spiritual.

Kini, dunia mengenang Paus Fransiskus sebagai pribadi sederhana yang menaruh perhatian besar pada kemanusiaan dan kedamaian. Kisah hidupnya yang berliku, dari penjaga klub malam hingga menjadi pemimpin umat Katolik sedunia, menjadi inspirasi tentang kekuatan harapan, kesederhanaan, dan kasih tanpa batas. (my)

Editor : Aditya Novrian
#katolik #Inspiring #perjalanan hidup #pemimpin dunia #Paus Fransikus Wafat #Kemanusiaan #berita duka