Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Duka Dunia: Vatikan Jelaskan Penyebab Wafatnya Paus Fransiskus

Aditya Novrian • Rabu, 23 April 2025 | 17:15 WIB

Paus Fransiskus melepaskan seekor merpati putih sebagai simbol perdamaian pada tanggal 15 Mei 2013 (Vatican News)
Paus Fransiskus melepaskan seekor merpati putih sebagai simbol perdamaian pada tanggal 15 Mei 2013 (Vatican News)

Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik sekaligus kepala negara Vatikan, wafat pada Senin pagi, 21 April 2025, pukul 07.35 waktu setempat, dalam usia 88 tahun.

Ia tercatat sebagai Paus pertama dari ordo Yesuit dan merupakan tokoh asal Amerika Latin dengan garis keturunan Italia pertama yang menduduki tahta suci.

Dilansir dari Vatican News, Vatikan secara resmi mengumumkan bahwa Paus Fransiskus wafat akibat stroke berat yang menyebabkan koma berkepanjangan dan diikuti oleh gagal ginjal yang tak dapat dipulihkan.

Baca Juga: Paus Fransiskus Tutup Usia Sehari Setelah Paskah

Hal ini tertulis dalam sertifikat kematian yang diterbitkan pada Senin malam dan ditandatangani oleh Prof. Andrea Arcangeli, Direktur Kesehatan Vatikan.

Dokumen tersebut menyebutkan stroke sebagai penyebab utama, yang kemudian memicu hilangnya kesadaran serta gagal jantung akut.

Sebelumnya, Paus juga sempat menjalani perawatan intensif selama lebih dari lima minggu akibat pneumonia bilateral yang nyaris menyebabkan kegagalan pernapasan.

Baca Juga: Dari Penjaga Klub Malam Hingga Pemimpin Umat Katolik Dunia: Perjalanan Hidup Paus Fransiskus yang Sarat Makna

Setelah sempat membaik dan dipulangkan dari rumah sakit pada 23 Maret 2025, kondisi beliau ternyata terus menurun.

Beberapa penyakit kronis lainnya yang sebelumnya tidak diungkap ke publik, seperti hipertensi, bronkiektasis, dan diabetes tipe 2, turut menjadi catatan penting dalam dokumen medis terakhir.

Konfirmasi kematian disampaikan berdasarkan hasil elektrokardiografi (EKG), yaitu rekaman aktivitas listrik pada jantung.

Baca Juga: Gereja Ijen Gelar Doa Bersama untuk Paus Fransiskus

"Dengan ini saya nyatakan, bahwa penyebab kematiannya, sejauh pengetahuan dan penilaian saya adalah seperti yang dinyatakan diatas," lanjut Prof. Arcangeli.

Sehari sebelum wafat, Paus Fransiskus sempat menyampaikan pesan Paskah yang penuh harapan akan perdamaian dunia.

Ia menyerukan penghentian konflik bersenjata serta mengajak dunia untuk tidak melupakan mereka yang menderita akibat perang.

Dalam pesannya, beliau menaruh perhatian khusus terhadap penderitaan umat Kristiani di Palestina dan Israel, serta menyerukan doa bagi seluruh rakyat di kedua wilayah tersebut.

Kepergian Paus Fransiskus meninggalkan duka mendalam bagi umat Katolik dan seluruh dunia.

Warisannya tentang kasih, perdamaian, dan keberpihakan pada kaum tertindas akan terus hidup dalam semangat ajarannya yang penuh ketulusan dan kepedulian. (nai)

Editor : Aditya Novrian
#gagal jantung akut #stroke #Paus Fransiskus wafat #Paus Fransikus