KEPANJEN – Bupati Malang H M. Sanusi memberikan perhatian lebih terhadap para petani tebu.
Demi meningkatkan produktivitas lahan tebu, orang nomor satu di Pemkab Malang tersebut berjanji akan mengalokasikan dana Rp 10 miliar. Dana tersebut digunakan untuk biaya riset yang berorientasi meningkatkan produksi tebu.
Saat ini, luas lahan tebu di Bumi Kanjuruhan mencapai 47.016 hektare, namun hanya menghasilkan 4,6 juta ton tebu. Sanusi menilai produksi tersebut kurang maksimal. Dia mengingat masa kejayaan tebu di Kabupaten Malang pada 2015 lalu. Saat itu, hektare lahan bisa menghasilkan 120 ton tebu.
“Kalau sekarang rata-rata 80 ton per hektare. Sangat jauh angkanya,” ujar Sanusi di sela pembukaan musim giling tebu di PG Krebet Baru, Bululawang kemarin (24/4).
Baca Juga: Luas Lahan Tebu di Kabupaten Malang Bertambah 2.000 Hektare
Di sisi lain, Sanusi juga menyadari kualitas air, tanah, dan bibit tebu jauh berkurang, sehingga berdampak pada rendahnya produksi tebu. Oleh karena itu, pihaknya ingin mendorong para pelaku industri tebu meningkatkan penelitian mereka. Sanusi mengatakan, dana Rp 10 miliar tersebut akan dialokasikan pada 2026 depan.
“Kami akan menggandeng pabrik gula, para petani, hingga kalangan akademisi,” terang Sanusi.
Dia menegaskan, peningkatan produktivitas tebu diperlukan karena 60 persen dari petani di Kabupaten Malang menanam tebu.
“Bayangan saya, paling tidak ya bisa memproduksi tebu 200 ton per hektare, seperti di negara lain yang juga penghasil tebu,” terang mantan wakil ketua DPRD Kabupaten Malang itu.
Baca Juga: Bupati Malang H M Sanusi Resmikan Tunnel Garam Pantai Modangan
Dia mencontohkan produksi tebu di Thailand dan India. Produktivitas tebu di kedua negara tersebut rata-rata di angka 160 ton per hektare. Selain berjanji mengalokasikan Rp 10 miliar untuk penelitian tebu, Sanusi juga menyediakan lima hektare lahan bisa dijadikan tempat uji coba.
Di pihak lain, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Avicenna Medisica Sani Putera menambahkan, varietas bibit tebu terunggul di Kabupaten Malang adalah varietas pringu.
Rendemen tebu pringu mencapai 12 persen dengan produktivitas mencapai 120 ton per hektare. Agar hasilnya maksimal, pihaknya akan menjadikan tebu pringu sebagai pilot project pengembangan tebu.
“Sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan di Bangelan, Kecamatan Wonosari,” pungkas pejabat eselon II B Pemkab Malang itu. (aff/dan)
Editor : Aditya Novrian