Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kabar Baik! Stok Beras Ri Tertinggi Dalam 23 Tahun, tembus 3,18 Juta Ton

Aditya Novrian • Senin, 28 April 2025 | 19:00 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Beritanasional/Elvis)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Beritanasional/Elvis)

RADAR MALANG - Stok cadangan beras pemerintah (CBP) nasional saat ini mencapai 3,18 juta ton, menandai rekor tertinggi dalam 23 tahun terakhir di Indonesia.

Pencapaian ini diungkapkan menteri pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Koordinasi Nasional bersama 37.000 penyuluh pertanian secara daring dan luring di Jakarta, Sabtu (26/2025).

“Capaian kita saat ini, khussnya stok itu 3.180.000 ton per hari ini. Itu tertinggi selama 23 tahun, bahkan bisa jadi itu selama indonesia merdeka, ujar Mentan Amran.

Baca Juga: Abdul Rohman Law Office Usung Konsep Majapahit

Amran menjelaskan, stok beras tersebut saat ini tersimpan di gudang Perum Bulog dan merupakan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian nasional.

Ia menyampaikan apresiasi kepada kepala dinas, penyuluh pertanian lapangan (PPL), jajaran TNI-Polri, serta BUMN seperti Bulog dan Pupuk Indonesia atas kontribusi mereka dalam mewujudkan capaian ini. 

Selain rekor stok, Mentan juga mengungkapkan lonjakan produksi beras nasional sebesar 50–62 persen pada periode Januari hingga April 2025, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Baca Juga: Lingua Franca, Kamus Malangan: Nyetrum

Amran menegaskan, peningkatan produksi ini tidak terlepas dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) dan Peraturan Presiden (Perpres) untuk mempercepat peningkatan produksi pertanian nasional.

Langkah-langkah tersebut antara lain memperbesar alokasi pupuk, menyederhanakan regulasi, serta mempercepat distribusi sarana produksi ke petani. 

“Ini berkat kerja keras kita atas perintah gagasan besar oleh Bapak Presiden Republik Indonesia. Beliau luar biasa, menerbitkan Inpres dengan Perpres di saat kepemimpinan 100 hari. Ini mempermudah petani kita untuk mengakses sarana produksi, khususnya pupuk,” kata Amran.

Baca Juga: Antisipasi Parkir Sembarangan, Muncul Opsi Penutupan di Area U-Turn Jalibar Kabupaten Malang

Mentan menambahkan, keberhasilan ini menjadi kebanggaan nasional karena Indonesia mencatat surplus beras di saat sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Jepang mengalami kesulitan pangan dan lonjakan harga beras. 

“Di saat ini kita surplus beras, di saat negara sahabat, negara tetangga Malaysia, Filipina, dan Jepang kesulitan pangan. Itu kebanggaan kita,” ujar Amran.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga telah mengizinkan ekspor beras ke beberapa negara, mengingat produksi beras Indonesia saat ini melimpah.

Baca Juga: Pemkab Malang Alokasikan Rp 27 M untuk Jembatan

Walau belum merinci negara tujuan ekspor, pemerintah Malaysia dikabarkan telah menyampaikan minat untuk mengimpor beras dari Indonesia.

Presiden menegaskan, ekspor beras ini dapat dilakukan tanpa mengambil keuntungan besar, sebagai bentuk solidaritas dan kontribusi Indonesia dalam membantu negara lain yang membutuhkan. 

Dengan capaian ini, Indonesia tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga menunjukkan peran aktif sebagai negara penyuplai pangan di kawasan.(NR) 

Editor : Aditya Novrian
#Pertanian #Prabowo Subianto #Ekspor #beras