KEPANJEN – Sasaran Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang diperluas. Hal itu dilakukan dengan menambah jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Sejak Maret lalu sudah bertambah dua SPPG, yakni di Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang dan Mangliawan, Kecamatan Pakis.
Dengan penambahan tersebut, total ada tujuh SPPG di Bumi Kanjuruhan. Yakni di Lawang, Singosari, Pakis (Mangliawan), Kepanjen, dan dua titik di Bululawang. Masing-masing adalah SPPG Yayasan Annur 1 Bululawang dan Kuwolu. Kepala SPPG Kuwolu Salsa Billa Novitasari mengatakan, dia menghabiskan sekitar Rp 25 juta per hari untuk menyiapkan MBG di dapur umumnya. Saat ini pihaknya melayani 3.020 siswa.
“Setiap harinya kami menyediakan kurang dari jumlah tersebut, karena menyesuaikan jumlah siswa yang masuk sekolah. Budget menyesuaikan, tapi rata-rata ya segitu (Rp 25 juta, Red),” kata Salsa.
Untuk diketahui, standar pelayanan di setiap SPPG yakni maksimal 3.500 porsi per hari dengan radius sekitar 3 kilometer. Sedangkan bahan baku yang digunakan harus mengutamakan produk-produk lokal, baik untuk beras, sayuran, buah-buahan, hingga susu. Terpisah, Kepala SPPG Yayasan Annur 1 Bululawang Fidia Mafrurosari memaparkan, jumlah siswa yang dilayani sekarang mencapai 3.468 anak. Sebelumnya dia hanya melayani 3.020 siswa dengan alokasi anggaran Rp 25 juta per hari. Penambahan jumlah siswa yang dipasok makanan bergizi berdampak terhadap biaya pembuatannya.
Baca Juga: Malang Raya Tambah Empat SPPG, Penerima Program Makan Bergizi Gratis Semakin Banyak
”Budget per porsinya disesuaikan dengan jenjangnya. Untuk siswa PAUD, TK, dan SD kelas 1 sampai 3, budget Rp 8.000 per porsi,” ucapnya.
Sedangkan budget untuk siswa SD kelas 4-6, SMP, dan SMP yakni Rp 10.000 per porsi. Dia menjelaskan, sasaran MBG akan ditingkatkan secara bertahap. Tahun ini saja sasaran MBG di Kabupaten Malang sekitar 60.000 siswa.
“Dengan begitu, menurut sepengetahuan saya, target SPPG tahun ini ada 200 unit,” imbuh Fidia.
Dengan budget Rp 10.000 per porsi, maka anggaran yang harus disiapkan pemerintah untuk satu hari pelayanan MBG sekitar Rp 30 juta. Dengan demikian, jika ditarget ada 200 SPPG, maka butuh Rp 6 miliar per hari untuk pelaksanaan MBG di Kabupaten Malang. Dari sisi pemerintah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat, utamanya terkait sharing anggaran.
Baca Juga: Tak Perlu Khawatir, BPOM Berikan Lampu Hijau Terkait Keamanan Makan Bergizi Gratis Selama Ramadan
“Sampai sekarang belum ada ketentuan dari sana (pemerintah pusat, Red). Namun hitung-hitungan kami dengan asumsi pemkab, kami harus menyiapkan Rp 119 miliar per tahun,” ujar Tomie.
Itu jika diasumsikan jumlah TK-PAUD, SD, dan SMP sebanyak 311.434 siswa dikalikan Rp 1.500 per porsi, kemudian dikalikan lagi untuk lima hari selama satu tahun.
“Namun itu belum mencantumkan pasokan untuk ibu hamil, lansia, dan sekolahsekolah lainnya, misalnya yang di bawah naungan Kemenag (Kementerian Agama),” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Sebab, meskipun program MBG ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dia mengatakan, tetap harus ada kontribusi daerah. Hal tersebut sudah tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) RI Nomor 15 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2025. Akan tetapi dalam permendagri belum ditentukan nominalnya. (yun/dan)
Editor : Aditya Novrian