Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Fakta Menarik Paus Leo XIV: Paus Pertama dari Amerika Utara yang Siap Membawa Semangat Misi ke Vatikan

Aditya Novrian • Jumat, 9 Mei 2025 | 18:05 WIB

Paus Leo XIV, yang baru terpilih dari hasil Konklaf tanggal 7-8 Mei 2025, menyampaikan salam dan berkat pertamanya dari balkon Basilika Santo Petrus. (Photo by Tiziana FABI / AFP)
Paus Leo XIV, yang baru terpilih dari hasil Konklaf tanggal 7-8 Mei 2025, menyampaikan salam dan berkat pertamanya dari balkon Basilika Santo Petrus. (Photo by Tiziana FABI / AFP)

RADAR MALANG - Vatikan secara resmi mengumumkan terpilihnya Kardinal Robert Francis Prevost sebagai Paus ke-267 dengan nama Paus Leo XIV.

Pengumuman ini disampaikan setelah asap putih mengepul dari cerobong Kapel Sistina pada pukul 18.07 waktu Roma, menandai berakhirnya konklaf yang diikuti oleh 133 kardinal dari seluruh dunia.

Paus Leo XIV menjadi paus pertama yang berasal dari Amerika Utara dalam sejarah Gereja Katolik.

Baca Juga: Popemobile, Hadiah Terakhir Paus Fransiskus untuk Anak-Anak Gaza yang Terluka

Lahir di Chicago pada tahun 1955, Prevost memiliki latar belakang multikultural dengan orang tua keturunan Spanyol dan Prancis-Italia.

Ia juga memiliki kewarganegaraan ganda Amerika Serikat dan Peru, serta menghabiskan lebih dari dua dekade sebagai misionaris dan uskup di Peru sebelum dipanggil ke Vatikan oleh Paus Fransiskus pada 2023.

Sebelum terpilih sebagai paus, Prevost menjabat sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup, di mana ia berperan penting dalam pemilihan uskup-uskup di keuskupan ritus Latin di seluruh dunia.

Baca Juga: Menuju Pemilihan Paus Baru, Kardinal Suharyo Tiba di Vatikan: Indonesia Ikut Menentukan Arah Gereja Katolik Dunia

Paus Fransiskus memilihnya karena ingin seseorang dari luar Kuria Roma, seorang misionaris dengan perspektif berbeda, untuk posisi strategis ini.

Paus Leo XIV dikenal vokal menentang kepemimpinan otoriter dan menekankan pentingnya kedekatan uskup dengan umat.

Dalam wawancara tahun 2023, ia menegaskan bahwa otoritas gereja harus berfungsi untuk melayani dan mendampingi, bukan sebagai alat kekuasaan yang terisolasi.

Baca Juga: Mengupas Isu Gender dalam Film Conclave yang Sempat Viral Usai Wafatnya Paus Fransiskus

Secara akademis, Paus Leo XIV memiliki gelar matematika dari Villanova University dan doktor teologi dari Universitas Santo Thomas Aquinas di Roma.

Ia menguasai lima bahasa utama-Inggris, Spanyol, Italia, Prancis, Portugis-serta mampu membaca Latin dan Jerman.

Dalam sambutannya di balkon Basilika Santo Petrus, Paus Leo XIV menyampaikan pesan damai dan persatuan, mengingatkan bahwa kurangnya persatuan adalah luka mendalam bagi Gereja.

Ia menyerukan para uskup untuk mempercepat langkah menuju persekutuan dan memperkuat solidaritas umat Katolik di seluruh dunia.

Pemilihan Paus Leo XIV dianggap sebagai kejutan karena ia bukan kandidat utama dalam konklaf, namun mencerminkan semangat pembaruan dan inklusivitas dalam kepemimpinan Gereja Katolik pasca era Paus Fransiskus.

Baca Juga: Sempat Sampaikan Belasungkawa ke Paus Fransiskus, Akun X Israel Kini Hapus Unggahan

Dengan terpilihnya Paus Leo XIV, Gereja Katolik memasuki babak baru yang diwarnai oleh pengalaman misionaris, pendekatan kepemimpinan yang melayani, serta harapan untuk mempererat persatuan umat di tengah tantangan global saat ini.(NR)

Editor : Aditya Novrian
#santo petrus #Konklaf #paus fransiskus #amerika utara