RADAR MALANG - Dunia menyambut pemimpin baru Gereja Katolik dengan penuh haru dan harapan. Robert Francis Prevost, seorang misionaris asal Amerika Serikat, resmi terpilih sebagai Paus pada 9 Mei 2025 dan mengambil nama Paus Leo XIV. Tapi, siapa sangka, di balik nama barunya itu, tersimpan hubungan yang begitu dekat dan penuh makna dengan mendiang Paus Fransiskus.
Tak hanya sekadar rekan kerja di Vatikan, keduanya dikenal sangat akrab secara personal dan memiliki visi yang nyaris sejalan. Sebelum menjadi Paus, Leo XIV adalah tangan kanan Fransiskus, menjabat sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup, jabatan penting yang mengatur penunjukan uskup di seluruh dunia. Jabatan ini bukan sembarangan; hanya orang yang benar-benar dipercaya Paus Fransiskus yang bisa mendudukinya.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu! Paus Leo XIV Pernah Mengabdi di Peru dan Menolak Hidup Mewah
Prevost juga sempat mencuri perhatian karena kariernya yang melesat cepat. Baru diangkat jadi Uskup Agung tahun 2023, ia langsung ditahbiskan menjadi kardinal oleh Fransiskus hanya beberapa bulan kemudian. Tanda bahwa Fransiskus benar-benar menaruh harapan besar padanya.
Dalam pidato perdananya sebagai Paus, Leo XIV tak lupa menyebut nama Fransiskus dan mengenangnya dengan penuh hormat. Ia bahkan menyebut pesan terakhir Fransiskus dalam Misa Paskah sebagai inspirasi utama dalam memimpin. Tak heran, banyak yang melihat Leo XIV sebagai penerus semangat Fransiskus.
Kedekatan itu juga terlihat saat Paus Fransiskus jatuh sakit awal 2025. Leo XIV, saat itu masih menjadi kardinal, langsung mengajak umat berkumpul dan memimpin doa rosario untuk kesehatan Fransiskus di Lapangan Santo Petrus. Sebuah tindakan yang membuat banyak orang terenyuh.
Secara gaya kepemimpinan, Leo XIV dikenal sangat mirip Fransiskus. Ia hidup sederhana, bahkan sering terlihat berjalan kaki tanpa pengawalan dan menyempatkan ngopi bareng umat setelah misa pagi. Sikap membumi ini membuatnya cepat dicintai.
Sama seperti Fransiskus, Paus Leo XIV juga punya perhatian besar pada isu-isu sosial. Ia memilih nama “Leo” sebagai penghormatan pada Paus Leo XIII yang dikenal sebagai pejuang hak buruh dan keadilan sosial. Visi ini menegaskan komitmennya pada kelompok tertindas: mulai dari imigran, kaum miskin, hingga korban konflik.
Baca Juga: Popemobile, Hadiah Terakhir Paus Fransiskus untuk Anak-Anak Gaza yang Terluka
Uskup Timika, Bernardus Bofitwos Baru, bahkan menyebut Leo XIV sebagai sosok yang “lebih banyak mendengar sebelum berbicara”, karakter khas yang juga dimiliki Fransiskus.
Pemilihan Leo XIV yang berasal dari Amerika juga memperkuat citra Gereja Katolik yang semakin terbuka, global, dan inklusif. Dunia kini menanti langkah-langkah Paus baru yang sederhana, namun diyakini mampu membawa Gereja lebih dekat dengan mereka yang paling membutuhkan. (my)
Editor : Aditya Novrian