SIDOARJO - Banjir menggenang di sepanjang Jalan Bringin Kulon, Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, sekaligus di Jalan Besuk di Desa Sambungrejo, Sukodono kemarin (12/5).
Banjir sudah sejak Minggu (11/5) malam.
Selain intensitas hujan tinggi, kondisi jalan di sana cekung.
Baca Juga: Perbaikan Dua Jembatan Korban Banjir di Kabupaten Malang Telan Rp 4,5 Miliar
Di jalan Bringin Kulon, banjir menggenang setinggi 30-40 sentimeter.
”Banjir ini mulai Minggu, hujannya lumayan deras dan cukup lama,” kata Khusnaini, warga RT 01 RW 03.
Menurutnya, jalan itu langganan banjir tiap tahun.
Banjir juga membuat sejumlah titik di jalan Bringin Kulon jadi rusak.
Baca Juga: Longsor dan Banjir Melanda Desa Ketindan Kecamatan Lawang
Setidaknya ada lima RT dari RW 03 di Desa Bringinbendo yang terendam banjir.
Sementara itu, Camat Taman Arie Prabowo mengungkapkan, pihaknya sudah bergerak cepat.
”Kami koordinasikan, pompa Bringinbendo sudah dibuka juga,” ungkapnya.
Arie mengaku, sejauh ini, air belum sampai masuk ke rumah warga.
Menurutnya, Jalan Bringin Kulon banjir rutin tiap tahun akibat adanya penurunan tanah.
”Jalan tersebut biasa banjir memang karena daratannya rendah,” jelasnya.
Dari pantauan Jawa Pos kemarin, ketinggian air sudah menurun dibanding pada Minggu (11/5) malam.
”Ini mendung lagi, semoga tidak memperparah, kami juga koordinasi dengan DPUBMSDA untuk pengaturan airnya,” paparnya.
Sementara di Jalan Besuk, Desa Sambungrejo, Sukodono, banjir menggenang di enam RT.
Baca Juga: Atasi Banjir, Pemkot Surabaya Lanjutkan Proyek Diversi Gunungsari
Sekdes Sambungrejo Karim mengatakan, banjir di Jalan Besuk setinggi 15-30 sentimeter.
”Paling parah di jalan yang dekat makam,” katanya.
Jalan Besuk juga sudah langganan banjir.
Terlebih kondisi jalannya yang cekung di bagian tengah.
”Saluran airnya juga kecil,” ujarnya.
Namun, banjir tidak sampai masuk ke rumah warga. (eza/uzi/adn)
Editor : A. Nugroho