Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

DPR Desak Penindakan Tegas Grup Facebook "Fantasi Sedarah" yang Viral Miliki 32.000 Lebih Pengikut

Aditya Novrian • Jumat, 16 Mei 2025 | 19:05 WIB

Tangkapan layar grup FB Fantasi Sedarah. (viva.jateng.id)
Tangkapan layar grup FB Fantasi Sedarah. (viva.jateng.id)

RADAR MALANG - Jagat maya dihebohkan dengan kemunculan grup Facebook bernama "Fantasi Sedarah" yang berisi ribuan anggota dan memuat konten menyimpang berupa cerita serta pengalaman seksual dengan anggota keluarga sendiri.

Grup ini menjadi sorotan tajam masyarakat karena dianggap memfasilitasi perilaku inses dan pelecehan seksual, bahkan terhadap anak di bawah umur.

Dalam sejumlah tangkapan layar yang beredar di media sosial, terungkap bahwa anggota grup tersebut secara terbuka membagikan fantasi dan pengalaman seksual dengan saudara kandung, orang tua, hingga anak sendiri.

Baca Juga: Jaksa dan Selebgram Isa Zega Sama-Sama Naik Banding

Beberapa unggahan bahkan memuat narasi yang sangat meresahkan dan menjurus pada eksploitasi anak.

Grup tersebut dilaporkan telah memiliki lebih dari 32.000 anggota sebelum akhirnya tidak lagi tersedia, meski ada dugaan grup tersebut hanya berganti nama.

Fenomena ini mendapat kecaman luas dari warganet yang menilai keberadaan grup tersebut bukan sekadar pelanggaran etika, melainkan berpotensi menjadi tindak kejahatan serius.

Baca Juga: Proactive Kids Season 16 2025 SD Muhammadiyah 1 Kota Malang, Wadah Kreativitas dan Keceriaan Siswa

Tagar seperti #TutupGrupFantasiSedarah dan #LindungiAnak pun ramai digaungkan sebagai bentuk desakan agar pihak berwenang segera bertindak.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni turut angkat bicara.

Ia menilai keberadaan grup tersebut sangat memprihatinkan dan mendesak aparat kepolisian serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk segera mengusut dan menindak para pengelola serta anggota yang terlibat aktif.

Baca Juga: Proactive Kids Season 16 2025 SD Muhammadiyah 1 Kota Malang, Wadah Kreativitas dan Keceriaan Siswa

"Ini sangat menjijikkan. Karenanya saya minta Polisi dan Komdigi telusuri dan tindak para pengelola maupun anggota grup kotor tersebut," tegas Sahroni.

Sahroni juga menekankan pentingnya upaya preventif agar perilaku menyimpang ini tidak berkembang menjadi tindakan nyata yang dapat berujung pada kejahatan seksual berat.

Ia meminta agar para pelaku tidak diberi ruang di media sosial maupun di kehidupan sehari-hari, serta mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan perilaku serupa di lingkungan sekitar.

 

Selain itu, Sahroni mengingatkan perlunya pembinaan psikologis bagi para pelaku dan penutupan semua celah interaksi mereka di media sosial.

Menurutnya, maraknya kasus kekerasan seksual belakangan ini menandakan sudah saatnya dilakukan langkah pencegahan yang lebih tegas dan menyeluruh.

Sementara itu, publik juga menyoroti peran platform media sosial, khususnya Meta sebagai induk Facebook, yang dinilai lalai dalam melakukan pengawasan dan penindakan terhadap konten berbahaya semacam ini.

Baca Juga: Cuaca di Malang Memanas: Ternyata Ada Bahaya Diam-diam di Balik Beton dan Bangunan!

Desakan agar pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak tegas pun terus menguat di tengah kekhawatiran akan meningkatnya potensi kejahatan seksual daring yang menyasar anak-anak dan keluarga.(NR)

 

 

Editor : Aditya Novrian
#Menyimpang #seksual #Facebook