Malang – Kekerasan seksual terus menjadi isu serius yang menimpa berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak.
Data nasional menunjukkan bahwa kasus kekerasan seksual terhadap anak mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Salah satu pendekatan pencegahan yang mulai diterapkan adalah edukasi seksual sejak usia dini.
Edukasi seksual mencakup pengenalan tentang tubuh, batasan personal, dan perlindungan diri.
Materi ini tidak terbatas pada hubungan seksual, tetapi juga meliputi pemahaman mengenai bagian tubuh pribadi, cara mengatakan tidak, dan mengenali situasi yang tidak aman. Materi disesuaikan dengan usia anak, menggunakan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mendorong integrasi edukasi seksual ke dalam kurikulum pendidikan formal dan nonformal.
Program ini bertujuan memberi pemahaman dasar kepada anak-anak agar mampu melindungi diri dari tindakan kekerasan seksual.
Pelaksanaan edukasi dapat dilakukan di berbagai lingkungan seperti rumah, sekolah, maupun melalui platform digital. Media digital menjadi salah satu sarana yang digunakan untuk menyampaikan materi edukatif dengan format visual, audio, dan interaktif.
Dalam pelaksanaannya, diperlukan pengawasan orang dewasa agar konten yang dikonsumsi anak sesuai dengan nilai dan usia.
Baca Juga: Taeil Eks NCT Diduga Kepergok Mabuk-mabukan Jelang Sidang Kasus Kekerasan Seksualnya
Penerapan edukasi seksual di lingkungan pendidikan juga diarahkan untuk membentuk budaya aman bagi anak. Sekolah dijadikan ruang yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga keselamatan dan kesejahteraan psikologis siswa.
Program ini dilaksanakan secara bertahap dan terstruktur, mengacu pada pedoman yang ditetapkan kementerian terkait.
Pendidikan mengenai perlindungan diri dan kesehatan reproduksi anak menjadi bagian dari upaya preventif yang masuk dalam program nasional perlindungan anak.
Strategi ini diharapkan mampu menekan angka kekerasan seksual dan meningkatkan kesadaran anak terhadap hak-haknya sejak dini. (afh)
Editor : Aditya Novrian