Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengerikan atau Mengagumkan? Inilah Veo 3, AI Canggih Pembuat Film dari Google

Aditya Novrian • Rabu, 28 Mei 2025 | 20:18 WIB

Sedang ramai beredar hasil video AI Google VEO 3 di semua media sosial termasuk instagram.
Sedang ramai beredar hasil video AI Google VEO 3 di semua media sosial termasuk instagram.

RADAR MALANG – Bayangkan hanya dengan mengetikkan beberapa kalimat, kamu bisa menghasilkan video layaknya film Hollywood, lengkap dengan dialog, efek suara, dan sinematografi megah. Mimpi itu kini menjadi nyata lewat peluncuran Google Veo 3, AI video generator terbaru dari DeepMind yang resmi dirilis pada Mei 2025.

Baca Juga: M Hotel, Film Buatan AI Pertama Tayang Di Bioskop Maret 2025!

Veo 3 bukan sekadar pembaruan, tapi lompatan radikal dalam dunia produksi konten visual. Mampu memahami instruksi kompleks, menjaga konsistensi karakter, dan menghasilkan audio yang sinkron secara presisi, Veo 3 langsung jadi buah bibir di kalangan kreator digital, sineas indie, dan pemasar visual. Bahkan, beberapa menyebutnya sebagai "ChatGPT-nya dunia perfilman."

Apa Saja Kemampuannya?

Berbeda dari pendahulunya, Veo 3 menyatukan video dan audio dalam satu sistem yang mulus. Model ini mampu menghasilkan:

Tak hanya itu, Veo 3 juga dapat bekerja bersama model lain seperti Imagen 4 dan Gemini AI, menjadikannya bagian dari ekosistem produksi AI Google yang sangat efisien.

Akses Eksklusif dan Harga Fantastis

Namun, semua kecanggihan itu punya harga: $249,99 per bulan, eksklusif untuk pelanggan Google AI Ultra di Amerika Serikat. Artinya, pengguna umum di luar AS atau dengan dana terbatas masih harus menunggu untuk bisa mencicipi teknologi futuristik ini.

Peluang dan Kontroversi: Pedang Bermata Dua

Meski menawarkan efisiensi dan kreativitas tak terbatas, kehadiran Veo 3 tak lepas dari kritik dan kekhawatiran. Beberapa isu utama yang mencuat antara lain:

Refleksi: Inovasi atau Ilusi?

Google Veo 3 membuka era baru dalam penceritaan visual. Dalam hitungan menit, ide liar yang dulu hanya bisa divisualisasikan dengan jutaan rupiah kini bisa diwujudkan dalam layar digital. Ini tentu membuka akses dan peluang bagi banyak kreator pemula dan tim kecil di seluruh dunia.

Baca Juga: Ramai Prompt Mengubah Gambar Menjadi Animasi Ghibli di ChatGPT, Kritik Hayao Miyazaki Tentang AI Jadi Sorotan

Namun di sisi lain, dunia kreatif kini berada di persimpangan penting. Apakah kita sedang menyambut era demokratisasi produksi video, atau justru awal dari krisis eksistensi pekerja seni? Yang jelas, Veo 3 bukan hanya alat, namun ia adalah simbol zaman: zaman ketika kreativitas dan kecerdasan buatan bertemu dalam satu layar, dan publik harus belajar memilah mana yang “buatan”, mana yang “berjiwa”. (my)

Editor : Aditya Novrian
#google veo 3 #Teknologi 2025 #Artifical Intelligence #Konten Digital #kecerdasan buatan