RADAR MALANG - Kasus kecelakaan yang menewaskan Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), terus menjadi sorotan publik.
Perhatian kini tidak hanya tertuju pada pelaku, Christiano Pangarapenta Pengidahen Tarigan, tetapi juga pada sosok ayahnya, Setia Budi Tarigan.
Setia Budi Tarigan diketahui merupakan salah satu petinggi di Federal International Finance (FIF) Group, sebuah perusahaan pembiayaan besar di bawah naungan Astra.
Baca Juga: Mahasiswa UGM: Argo Ericko Achfandi Tewas Usai Ditabrak BMW di Jalan Palagan
Ia menjabat sebagai Direktur Operasional FIF Group sejak 2019 dan memiliki pengalaman panjang di dunia bisnis dan keuangan.
Keterlibatan Setia Budi Tarigan dalam kasus ini menjadi perbincangan setelah muncul kabar bahwa ia langsung mengirimkan tim pengacara ke pemakaman Argo Ericko.
Langkah ini memicu spekulasi bahwa ia berusaha melindungi anaknya dari proses hukum yang sedang berjalan.
Di media sosial, banyak warganet yang mengkritik tindakan Setia Budi Tarigan.
Baca Juga: Polisi Tetapkan CPP Sebagai Tersangka: Jejak Rem Ditemukan Usai Titik Kecelakaan
Tagar #JusticeForArgo menjadi trending di platform X yang dulu bernama Twitter, dengan banyak pengguna yang menyoroti bagaimana keluarga pelaku tampaknya lebih fokus pada pembelaan hukum daripada menunjukkan empati kepada keluarga korban.
Salah satu unggahan viral menyebutkan bahwa ayah Christiano lebih memilih mengirim pengacara daripada datang langsung untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
"Ini bapaknya Christiano kerja di Jakarta. Logiknya lebih dekat dia mengunjungi keluarga Argo yang juga di Jakarta daripada jauh-jauh ke Jogja membela anaknya. Nirempati maksimal," tulis seorang pengguna X.
Baca Juga: Pensiunan PNS Ditemukan Tewas di Pinggir Kebun Tebu Karangploso, Bawa Jeruk dalam Tas Hitam
Christiano Tarigan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan yang terjadi pada 24/05 2025 di Sleman, Yogyakarta.
Ia diketahui mengendarai mobil BMW saat insiden terjadi, tetapi, hingga saat ini, ia belum ditahan, yang semakin memicu kemarahan publik.
Keluarga korban mengungkapkan kesedihan mendalam atas kepergian Argo, yang dikenal sebagai mahasiswa berprestasi dan anak pertama dari seorang ibu tunggal.
Mereka berharap proses hukum berjalan transparan dan adil tanpa adanya intervensi dari pihak berpengaruh.
Kasus ini masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian, dan publik terus mengawasi perkembangan terbaru.
Banyak yang berharap keadilan benar-benar ditegakkan tanpa adanya perlakuan istimewa bagi pelaku. (fi)
Editor : A. Nugroho