RADAR MALANG - Kasus kecelakaan yang menewaskan Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), terus menjadi sorotan publik.
Pelaku, Christiano Pangarapenta Pengidahen Tarigan, yang mengendarai mobil BMW saat insiden terjadi, kini menghadapi tuduhan baru terkait dugaan penggunaan plat nomor palsu pada kendaraannya.
Warganet mulai menyoroti kejanggalan dalam kasus ini setelah muncul perbedaan antara plat nomor yang tertera saat kecelakaan dan plat nomor yang menjadi barang bukti.
Baca Juga: Mahasiswa UGM: Argo Ericko Achfandi Tewas Usai Ditabrak BMW di Jalan Palagan
Saat kecelakaan terjadi, mobil BMW yang dikendarai Christiano diketahui menggunakan plat nomor F 1206, tetapi dalam penyelidikan, nomor polisi yang tercatat adalah B 144 NAC.
Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa plat nomor kendaraan tersebut telah diganti atau dipalsukan untuk menghindari identifikasi lebih lanjut.
Polisi pun akhirnya buka suara terkait dugaan ini dan menyatakan bahwa mereka telah melakukan pengecekan terhadap nomor polisi kendaraan tersebut.
Selain dugaan pemalsuan plat nomor, warganet juga mulai menelusuri status pajak kendaraan BMW yang digunakan Christiano.
Baca Juga: Terjadi Tabrakan dengan Mobil, Pengendara Motor Meninggal di Jalan Mayjen Panjaitan
Beberapa pengguna media sosial mengklaim bahwa pajak kendaraan tersebut telah jatuh tempo dan belum diperpanjang.
Di media sosial, banyak yang mempertanyakan apakah kendaraan tersebut memang milik Christiano atau hanya dipinjam dari pihak lain.
"Kalau plat nomor beda, pajak juga belum dibayar, ini mobil punya siapa sebenarnya?" tulis salah satu pengguna X.
Baca Juga: Polisi Tetapkan CPP Sebagai Tersangka: Jejak Rem Ditemukan Usai Titik Kecelakaan
Christiano Tarigan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan yang terjadi pada 24/05 2025 di Sleman, Yogyakarta, tetapi, hingga saat ini, ia belum ditahan, yang semakin memicu kemarahan publik.
Keluarga korban berharap agar proses hukum berjalan transparan dan adil tanpa adanya intervensi dari pihak berpengaruh.
Sementara itu, polisi masih terus menyelidiki dugaan pemalsuan plat nomor dan status pajak kendaraan yang digunakan dalam insiden tragis ini.
Kasus ini masih berkembang, dan publik terus mengawasi setiap langkah penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang.
Banyak yang berharap keadilan benar-benar ditegakkan tanpa adanya perlakuan istimewa bagi pelaku. (fi)
Editor : A. Nugroho