Langsung Penuh saat Baru Datang di Terminal
Sudah delapan tahun Perusahaan Otobus (PO) Puspa Indah tidak lagi mengaspal. Trayek bus identic warna biru itu diisi PO Bagong sejak tahun 2017. Meski kini jadi kenangan, tapi kejayaannya tidak lengkang oleh waktu.
Biyan Mudzaky Hanindito BUS Puspa Indah tinggal satu unit di Terminal Landungsari Jalan Raya Tlogomas, Kota Malang. Kendaraan roda empat identic dengan warna biru itu diparkir di antara bus-bus Bagong. Posisinya berada di belakang shelter pemberangkatan bus Terminal Landungsari Bus Puspa Indah itu tidak beroperasi.
Roda di kedua sisi bus tidak terisi angin dengan penuh. Beberapa bagian berkarat dan kursi penumpang berdebu. Bus yang jadi andalan mahasiswa asal Kediri, Jombang, dan Tuban itu jadi ’gudang’ sementara.
Terlihat, dimanfaatkan untuk menyimpan suku cadang bus. Pada tahun lalu, Bus Puspa Indah yang terparkir di terminal sekitar 30 unit.
”Semuanya armadanya ngidul (dipindah ke garasi Bagong di Kepanjen, Kabupaten Malang),” kata eks sopir bus Puspa Indah Supajar kepada Jawa Pos Radar Malang belum lama ini.
Di sana, bodi Bus Puspa Indah dibiarkan mangkrak. Di balik kondisinya sekarang, masih jelas dalam ingatan Supajar bagaimana moda transportasi umum itu berjaya. Sebelum mati suri seperti sekarang, armada dengan balutan bodi Tri Sakti Titan Mini itu sangat superior.
Seperti mempunyai magnet besar menarik penumpang pada tahun 1990- an sampai sekitar 2013. Dalam masa-masa keemasannya, sopir dan kernet Bus Puspa Indah tidak sulit mencari penumpang. Tanpa banyak mengeluarkan tenaga bus sudah terisi.
”Dulu itu ramai sekali, setiap bus dating langsung penuh,” katanya.
Saat beroperasi mulai dari pagi sampai jam 21.00 WIB bus jurusan Kediri dan Jombang hampir selalu penuh. Karena itu, sistem premi (gaji per sekali pulang pergi) untuk sopir dan asistennya terasa menyenangkan. Bus Puspa Indah sempat bukan pemain tunggal di jalurbarat arah Kediri dan Jombang.
Ada bus Hasti asal Kediri yang juga beroperasi. Tapi, bus itu hanya bertahan sampai tahun 2010-an dari 1988. Bus Puspa Indah dulu bermain di kelas Ekonomi dan AC (Air Conditioner) Tarif Biasa.
”Penumpang banyak naik Puspa Indah karena pakai AC,” kata pria yang gantung setir pada tahun 2023 itu.
Sedangkan pencinta bus Jordi Iman Riswadi merasa naik Bus Puspa Indah memberi sensasi tersendiri. Khususnya dalam melahap jalanan Pujon, Ngatang, Kasembon.
”Larinya lumayan kencang, sepanjang perjalanan busnya hoyag-hayig (seperti berdansa di jalan), itu yang membuat ketagihan,” kata dia.
Pada tahun 2017, masa yang paling sulit bagi karyawan Bus Puspa Indah. Itu akibat, perusahaan transportasi tersebut menghadapi problem internal dan krisis finansial. Ditambah penumpang terus berkurang mulai tahun 2014.
”Dari keluarga pemilik tidakada yang mau melanjutkan Bisnis bus, sampai akhirnya yang punya pensiun,” kata istri Supajar Anik.
Akhirnya, PO Bagong dating mengambil alih perusahaan pada tahun itu. Termasuk, armada dan krunya diambil semua. Pengambil alih trayek itu tidak serta merta langsung diisi bus perusahaan transportasi bermarkas di Kepanjen, Kabupaten Malang itu.
Penyebabnya, jumlah armadanya mencapai 60 unit. Pada tahun-tahun itu masih banyak ditemui Bus Puspa Indah yang diberi tempelan Bagong di atas brand aslinya. Kisah bus biru itu berakhir di tahun 2020, saat pandemic Covid-19 melanda dan bus dinyatakan kurang layak beroperasi.
Sejarawan Kota Malang Agung Harjaya Buana bercerita,bus itu jadi sanksi Beroperas inya Terminal Dinoyo. Lokasi terminal itu kini jadi swalayan Persada.
”Terminal itu (Dinoyo) operasionalnya ditutup tahun 1988. Bus Puspa Indah sudah standby di sana,” kata dia.
Bus Puspa Indah memakai sasis Mitsubishi dibalut bodi medium buatan karoseriPiala Mas, Tri Sakti, dan Magelang Bus Manufacturing (MBM). Tujuannya, menyesuaikan medan jalan yang dilalui. Beberapa referensi yang beredar, PO Puspa Indah berdiri sejak tahun 1985.
Geovani Hartono seorang pengusaha keturunan Tionghoa sebagai pendirinya. Awal mulanya, garasi dan kantor bus itu berada di Jalan MT Haryono nomor 212A, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru,Kota Malang. Atau di depan kampus Universitas Islam Malang.
Puspa Indah sempat mengoperasikan bus besar dengan trayek Surabaya-Madiun dan Malang-Surabaya (Tambak Osowilangun)-Tuban kelas Patas. (gp)
Editor : A. Nugroho