SURABAYA - Eka Dwisari, pemilik salon di Banjar Sugihan, mengajak 80 temannya untuk menukarkan uang pecahan baru senilai Rp 203 juta kepada pegawainya, Yolanda Putrida Amanda. Bukannya menyerahkan uang pecahan baru kepada bosnya, Yolanda kini menghilang tanpa jejak.
Pengalaman itu dirasakan Nurmala, pegawai Eka sekaligus rekan kerja Yolanda. Nurmala telah menyerahkan uang Rp 246 juta kepada Yolanda. Uang dari 22 orang itu akan ditukarkan dengan uang pecahan baru menjelang lebaran pertengahan Maret lalu.
”Tetapi, hanya Rp 54 juta yang dikembalikan Yolanda. Sisanya Rp 185 juta masih dia bawa,” kata Nurmala kemarin (30/5).
Yolanda membawa kabur uang senilai total Rp 388 juta dari 102 orang. Nurmala dan Eka kini sudah melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan tersebut ke Polrestabes Surabaya. Eka menambahkan, dirinya tertarik untuk menukarkan uang pecahan baru ke Yolanda karena diiming-iming tanpa biaya administrasi.
Uang yang diserahkan nominalnya tetap sama dengan yang dia terima. Eka sempat ragu. Namun, pegawainya itu meyakinkannya.
Terlebih saat itu dia kesultan untuk menukar uang pecahan baru menjelang lebaran. Padahal, dia membutuhkannya untuk dibagi-bagi kepada sanak saudaranya.
”Dia bilang buka jasa tukar uang baru tanpa biaya admin. Saya sempat curiga kok bisa, terus dia bilang saya pegawainya sampean masa gak percaya sama saya,” ungkap Eka.
Dia lalu mencoba menukarkan uang senilai Rp 16 juta. Yolanda lantas menyerahkan uang baru pecahan Rp 5.000 hingga Rp 20.000. Dia kembali mengirim Rp 17 juta, dan Yolanda benar-benar menukarnya.
Eka akhirnya percaya. Sebanyak 80 orang diajak Eka untuk menukarkan uang kepada Yolanda. Namun, setelah menerima Rp 203 juta, Yolanda menghilang tanpa jejak.
Dia tidak bisa dihubungi lagi dan tidak diketahui keberadaannya hingga sekarang. Sementara itu, Yolanda masih belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini selesai ditulis. Yolanda selama ini dikenal sebagai orang yang sering bermasalah.
Banyak orang yang mengaku sebagai korbannya. Modus penipuannya bukan hanya membuka jasa penukaran uang saja. Nur Fadhilah, seorang warga Tambak Gringsing juga mengaku ditipu Yolanda dengan modus jual beli sembako.
Nur adalah kakak Nurmala. Mereka saling mengenal karena Yolanda kerap bermain di rumah Nurmala. (leh/gas/adn)
Editor : A. Nugroho