KABUPATEN - Empat hari menjelang Hari Raya Idul Adha penjualan hewan kurban masih fluktuatif. Sejumlah pedagang belum merasakan penjualan seramai tahun lalu. Salah satunya Yono, penjual hewan kurban di Jalan Kepuharjo, Karangploso, Kabupaten Malang.
Tahun lalu dia mampu menjual 50 ekor kambing dan domba sebelum masuk Hari Raya Idul Adha.
”Sampai hari ini baru terjual 14 ekor,” katanya kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin (1/6).
Yono sudah membuka lapaknya itu sejak sepekan yang lalu. Berdasar analisisnya, minat pembeli hewan kurban belum tinggi seperti tahun lalu karena beberapa factor Seperti kondisi ekonomi masyarakat yang menurun. Ditambah kenaikan harga barang pokok penting di pasar.
Menurutnya, situasi tersebut sebuah anomali. Alasannya harga hewan kurban jenis kambing dan domba sedang mengalami penurunan saat ini. Tahun lalu, dia menjual kambing jenis etawa dengan harga Rp 5 Juta untuk yang besar.
”Yang paling kecil dulu itu Rp 3 juta, sekarang Rp 2,5 juta. Sedangkan yang besar Rp 4,5 Juta,” ujar pria berusia 50 tahun itu.
Menurutnya, turunnya harga disebabkan akibat banyak ketersediaan hewan kurban dibandingkan pembeli. Yono saat ini masih mempunyai puluhan ekor hewan ternak yang belum terjual. Senada dengan Yono, lesunya penjualan hewan kurban juga dirasakan Rahmat pemilik Garasi Ternak di Jalan Rogonoto Singosari.
Dia mulai berjualan 5 hari yang lalu.
”Masih sedikit (yang terjual), tapi pelan-pelan Insya Allah laku,” kata Rahmat.
Rahmat bercerita, penjualan tahun ini untuk kambing dan domba cukup menurun. Tahun lalu dia sudah mulai kehabisan hewan ternak di H-4 sebelum Hari Raya Kurban.
”Tidak tahu faktor utamanya apa, mungkin karena harga bahan pokok naik jadi salah satunya,” jelas pria asal Singosari itu.
Pada Idul Adha 2024, dirinya berjualan di Pasar Hewan Singosari. Alhasil, mendapat pembeli cukup banyak.
”Harga hewan kurban juga menurun, kambing setinggi perut orang dewasa sekitar Rp 3,2 juta. Dulu bisa Rp 4 juta,” jelas Rohmat.
Tapi, harga hewan korban paling anjlok adalah domba. Penyebabnya, minat untuk jenis itu kecil di Kabupaten Malang. (yad/gp)
Editor : A. Nugroho