RADAR MALANG – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025 yang jatuh pada 6 Juni mendatang, para peternak kambing dan sapi di Kota Malang menunjukkan kreativitas luar biasa dalam memasarkan hewan kurban. Salah satu metode yang kini jadi sorotan adalah pemasaran melalui live streaming di media sosial seperti Instagram dan Facebook. Strategi ini terbukti efektif dalam menjangkau pembeli secara lebih luas dan cepat.
Baca Juga: 90 Panitia Kurban Ikut Workshop Penyembelihan dari FakultasKedokteran Hewan UB
Lucky Aditya, pemilik peternakan This Is Farm di Lesanpuro, Kedungkandang, adalah salah satu contoh sukses. Melalui live Instagram dan Facebook, ia berhasil menjual hampir seluruh stok kambingnya. Dari 30 ekor yang tersedia, sebagian besar langsung laku hanya lewat siaran langsung. Pembelinya pun tidak hanya berasal dari Malang Raya, tapi juga dari berbagai kota di Jawa Timur.
Live Streaming: Transparan, Efisien, dan Menjangkau Pasar Baru
Salah satu keunggulan metode live medsos adalah transparansi visual secara real-time. Calon pembeli bisa melihat langsung kondisi hewan, mulai dari bulu, gigi, hingga postur tubuh, tanpa harus datang ke lokasi. Lucky juga melengkapi sesi live dengan pengiriman video dan data lengkap sebelum proses akad jual beli dilakukan.
Baca Juga: Menjelang Hari Raya Idul Adha, Penjualan Kambing dan Domba Lesu
Model ini terbukti menghemat waktu, biaya transportasi, dan memperluas pasar ke luar kota. Apalagi, kepercayaan pembeli cenderung meningkat karena mereka bisa menyaksikan langsung prosesnya.
Inspirasi Strategi Kreatif untuk Peternak Lain
Untuk para peternak lain di Kota Malang dan sekitarnya, berikut beberapa strategi tambahan yang tak kalah menarik dan potensial diterapkan:
1. Kolaborasi dengan Masjid & Komunitas
Peternak bisa membuka booth mini di lingkungan masjid menjelang Idul Adha atau bekerja sama dengan panitia kurban. Penawaran paket kolektif, termasuk layanan antar dan dokumentasi, bisa meningkatkan penjualan secara signifikan.
2. Virtual Tour Kandang & Testimoni
Video tur kandang yang memperlihatkan kebersihan, kualitas pakan, dan perawatan hewan bisa diunggah ke YouTube atau dibagikan via WhatsApp. Testimoni dari pembeli sebelumnya juga sangat membantu membangun kepercayaan.
3. Pre-Order & Booking Online
Peternak dapat menyediakan sistem pemesanan online melalui website atau marketplace. Tambahkan fitur pembayaran bertahap untuk menjangkau pembeli dari kalangan keluarga muda.
4. Paket Kurban All-in-One
Paket lengkap mulai dari hewan kurban, jasa antar, penyembelihan, hingga dokumentasi dan sertifikat kurban kini makin diminati masyarakat urban. Solusi praktis ini sangat cocok bagi mereka yang sibuk namun tetap ingin berkurban dengan tenang.
5. Promosi Lewat Influencer Lokal
Menggandeng tokoh agama atau influencer lokal untuk mengulas kandang dan hewan kurban secara jujur bisa menjadi magnet tersendiri. Konten mereka berpotensi viral dan memperluas jangkauan audiens.
6. Brosur Digital & QR Code
Cetak QR code pada spanduk atau pamflet yang terhubung ke katalog online. Bagikan brosur digital melalui WhatsApp Group warga, komunitas, atau sekolah-sekolah Islam.
7. Konsultasi Online
Layanan konsultasi via WhatsApp atau video call juga bisa meningkatkan kepercayaan. Calon pembeli bisa bertanya tentang cara memilih hewan, syarat kurban, hingga tips merawat sebelum disembelih.
8. Open House Kandang
Adakan jadwal kunjungan terbatas ke kandang yang dikemas edukatif, misalnya dengan mengenalkan proses pemeliharaan hingga informasi seputar ibadah kurban.
Baca Juga: Tak Perlu Khawatir Lagi, Begini Cara Olah Daging Kambing agar Empuk dan Bebas Bau Saat Idul Adha
Transformasi Digital Peternakan Kurban
Perkembangan digital bukan hanya milik sektor ritel atau kuliner, peternakan pun kini ikut bertransformasi. Dengan strategi kreatif dan layanan maksimal, para peternak di Kota Malang berpeluang besar untuk menjadikan momentum Idul Adha sebagai tonggak pertumbuhan bisnis yang modern, terpercaya, dan menjangkau pasar lebih luas. (my)
Editor : Aditya Novrian