Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tambal Lubang di Jalibar Kepanjen, Untuk Penanganan Jalan Anggarkan Rp 400 Juta

Bayu Mulya Putra • Kamis, 5 Juni 2025 | 15:50 WIB
TINDAK LANJUTI KELUHAN: Tim Salob dari DPUBM Kabupaten Malang sudah bergerak menambal lubang di Jalibar, Kepanjen sejak Sabtu lalu (31/5).
TINDAK LANJUTI KELUHAN: Tim Salob dari DPUBM Kabupaten Malang sudah bergerak menambal lubang di Jalibar, Kepanjen sejak Sabtu lalu (31/5).

KEPANJEN - Jalan berlubang di Jalan Ir. Soekarno atau Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen sudah mendapat penanganan. Sabtu lalu (31/5) lalu, Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang melaksanakan rehabilitasi dengan tim sapu lubang (salob) menggunakan metode patching.

Yakni menambal bagian jalan yang rusak menggunakan hotmix atau campuran aspal dengan beton. Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma menyebut, pihaknya mengupayakan semua jalan berlubang dapat tertangani secepatnya.

”Ini sesuai arahan Bupati Malang untuk responsif meningkatkan pelayanan masyarakat di bidang infrastruktur,” ucap pria yang akrab disapa O’ong itu.

Kali ini, penanganan dilakukan dari satu spot ke spot lainnya. Titik tepatnya dari ujung pertigaan Talangagung sampai perempatan Bebek Kerto. Dengan panjang sekitar 3,5 kilometer di sisi bagian barat.

Pelaksanaannya pun kurang dari satu pekan. Kemarin (4/6), jalan yang sebelumnya berlubang cukup parah itu sudah dilapisi aspal.

”Untuk penanganan jalan secara rutin kontraktual ini pagunya Rp 400 juta,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Awal Februari lalu, juga sudah dilaksanakan rehabilitasi jalan di Jalibar. Hanya saja berbeda titik. Yakni dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Jalibar hingga ujung Jalibar atau pertigaan Talangagung dengan panjang sekitar 1,2 kilometer.

Perbaikan itu dilakukan di sisi timur. Karena penanganan berupa rehabilitasi, anggarannya pun lebih besar. Yakni 2 miliar. Penanganannya kurang lebih 1,2 kilometer dengan hotmix AC-WC.

”Kalau (pemeliharaan) rutin memang spot-spot penanganannya, tergantung kondisi jalan. Jadi kami agak kesulitan menentukan kilometernya. Intinya rehabilitasi jalan dan rutin kami padukan agar anggaran menjadi efisien dan efektif,” kata mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) Kabupaten Malang itu.

Sementara itu, pagu anggaran pekerjaan fisik DPUBM Kabupaten Malang pada 2025 sekitar Rp 312 miliar. Itu terdiri dari peningkatan dan pembangunan jalan, rehabilitasi jalan, pekerjaan rutin jalan, penggantian jembatan, drainase, dinding penahan, Penerangan Jalan Umum (PJU), serta perencanaan dan pengawasan.

(yun/by)

Editor : A. Nugroho
#Tambal lubang Jalan #jalibar kepanjen #Bupati Malang #dpubm kabupaten malang