Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

KAN Jabung Terima 224 Ekor Sapi Perah, sehingga Produksi Susu Meningkat

Fajar Andre Setiawan • Senin, 9 Juni 2025 | 16:08 WIB
BARU DATANG: Sapi dari mitra KAN Jabung tiba di Farm, Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung beberapa hari lalu.
BARU DATANG: Sapi dari mitra KAN Jabung tiba di Farm, Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung beberapa hari lalu.

JABUNG - Populasi sapi perah yang dikelola Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung makin banyak. Beberapa waktu lalu, koperasi yang terletak di Desa Kemantren, Kecamatan Jabung itu kedatangan 224 ekor sapi perah. Sehingga produksi susu diharapkan juga meningkat.

General Manager Bisnis Sapi Perah (BSP) KAN Jabung Saiful Muslim menyebut ratusan sapi berjenis Friesian Holstein (FH) itu diimpor dari Australia.

“Dengan tambahan dari mitra kami itu, jumlah sapi sekarang kurang lebih 410 ekor,” ujarnya.

Namun, itu belum termasuk sapi lokal yang ada di peternak atau anggota KAN Jabung. Sapi tersebut dipelihara di peternakan (farm) KAN Jabung. Menurut data KAN Jabung, peternakan itu dibangun di lahan seluas 10.300 meter persegi.

Peternakan medium modern itu dirancang dengan kapasitas sedang. Tujuannya digunakan sebagai pilot project pengembangan peternakan lainnya. Peternakan tersebut juga dikelola tenaga ahli dan profesional yang berpengalaman di bidang peternakan sapi perah. P

eternakan medium modern sekaligus diharapkan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Apalagi kondisi geografis peternakannya sesuai dengan kebutuhan sapi. Yakni di daerah dengan suhu 10 sampai 27 derajat celcius.

“Satu ekor sapi impor itu mampu memproduksi susu rata-rata 23 liter per hari. Artinya, dengan jumlah populasi mencapai 224 sapi, produksinya bisa tembus 5.152 liter per hari,” kata Saiful.

Otomatis target produksi susu pun meningkat. Dari yang sebelumnya 50,5 ton atau sekitar 49 ribu liter susu per hari menjadi 72,7 ton atau sekitar 70 ribu liter susu per hari.

Itu jika dihitung dengan asumsi densitas susu 1,03 kilogram per liter. Target produksi susu secara keseluruhan diperoleh dari pengembangan program. Di antaranya program pengembangan sapi impor (dari mitra), farm, replacement, dan sapi eksisting (yang sudah ada di peternak).

Program tersebut tidak hanya bergerak di farm yang dikelola KAN Jabung saja. Pihaknya juga tetap berupaya meningkatkan produksi dari peternakan rakyat. Ada dua model yakni penambahan populasi dengan kredit dan kemitraan.

(yun/dre)

Editor : A. Nugroho
#bsp #Koperasi Agro Niaga #sapi perah