Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gelombang PHK Menyerang Beruntun, Kali ini Petronas PHK Massal 5.000 Karyawan

Aditya Novrian • Selasa, 10 Juni 2025 | 16:30 WIB

Logo Petronas (Foto/Dok/Dunia Energi)
Logo Petronas (Foto/Dok/Dunia Energi)

RADAR MALANG - Perusahaan minyak dan gas raksasa asal Malaysia, Petroliam Nasional Berhad (Petronas), mengumumkan langkah mengejutkan: sekitar 10% dari total karyawannya, atau sekitar 5.000 orang, akan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran perusahaan.

Kebijakan ini diambil di tengah tekanan berat akibat penurunan harga minyak global dan menurunnya laba perusahaan dalam dua tahun terakhir. 

Baca Juga: 18 Tahun Konsisten, Bagikan 840 Paket Daging di Hari Terakhir Tasyrik

Restrukturisasi Demi Bertahan di Tengah Badai Industri

CEO Petronas, Tengku Muhammad Taufik, menegaskan bahwa langkah PHK ini adalah bagian dari strategi "rightsizing" untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing perusahaan di tengah dinamika industri energi global yang semakin menantang.

"Ini adalah bagian dari restrukturisasi organisasi yang perlu dilakukan agar perusahaan tetap adaptif dan berdaya tahan dalam menghadapi dinamika pasar energi global yang terus berubah," ujar Tengku Taufik dalam konferensi pers terbaru.

Petronas saat ini mempekerjakan hampir 50.000 orang.

Baca Juga: Masak Daging Kurban Jadi Lebih Sehat dengan Cara Ini

Dengan pengurangan 10%, sekitar 5.000 pegawai akan terdampak.

Proses pemberitahuan kepada karyawan yang terkena PHK akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun 2025.

Karyawan Kontrak Jadi Korban Utama

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengonfirmasi bahwa mayoritas karyawan yang akan terdampak adalah pekerja kontrak.

Baca Juga: Kulkas Penuh Daging Kurban, Tenang Ada Solusinya di Sini

"Ini sebagian besar melibatkan posisi kontrak," tegas Anwar, menanggapi kekhawatiran publik atas gelombang PHK ini.

Pembekuan Rekrutmen dan Efisiensi Ekstra

Selain PHK massal, Petronas juga mengumumkan pembekuan perekrutan karyawan baru hingga akhir 2026, kecuali untuk posisi-posisi krusial yang akan dievaluasi secara khusus.

Langkah efisiensi ini dinilai sangat penting demi menjaga kelangsungan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Kota Malang Jadi Tuan Rumah, Ini Daftar Venue Porprov Jatim 2025!

Tekanan Keuangan dan Masa Depan Petronas

Restrukturisasi ini dilakukan di tengah tekanan keuangan yang signifikan.

Laba bersih Petronas tercatat turun lebih dari 30% pada 2024, setelah sebelumnya juga mengalami penurunan sebesar 21% pada tahun sebelumnya.

Tantangan industri migas, margin yang makin tipis, dan kompleksitas teknis proyek menjadi alasan utama di balik langkah drastis ini.

Baca Juga: Hancurnya Raja Ampat Menjadi Ancaman Besar Bagi Kehidupan Perempuan Papua

Petronas Tegaskan Tidak Akan Cabut dari Kanada

Di tengah rumor yang beredar, CEO Petronas membantah kabar bahwa perusahaan akan keluar dari pasar Kanada.

"Kanada sangat penting bagi ambisi kami untuk mempertahankan posisi kami di sektor gas alam cair," tegas Tengku Muhammad Taufik, memastikan bahwa proyek-proyek LNG di Kanada tetap menjadi prioritas jangka panjang perusahaan.(NR)

Editor : Aditya Novrian
#phk massal #petronas #minyak dan gas