KEPANJEN – Truk tebu yang terguling di Jalur Lingkar Barat (Jalibar), Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas kemarin (18/6). Akibat truk terguling, polisi melakukan rekayasa lalu lintas. Jalur Kepanjen-Ngajum yang sebelumnya berlaku satu arah, kemarin diberlakukan dua arah. Di jalur itulah terjadi kecelakaan. Dua pengendara terluka.
Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Malang Ipda Samsul Khoirudin mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.00. “Saat itu ada truk tebu yang tumpah muatannya di jalur kanan (utara). Jadi ada pengalihan arus kendaraan di jalur tempat kejadian tersebut,” kata dia.
Mulanya, Dandi Ferdiansyah, 19, asal Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung melaju dari Ngajum ke Kepanjen. Dia mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi (nopol) N 6909 EAW dengan kecepatan sedang. Saat bersamaan, dari arah berlawanan ada motor Yamaha Vega R nopol AG 6467 HI dikemudikan oleh Muhamad Zeki Setiawan, 22, asal Desa Tanjung Baru, Kecamatan Uku Belu, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Dia membonceng Siti Mualifaturohma, 20, asal Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten.
Samsul mengatakan, sepeda motor Honda Beat berhaluan terlalu ke kanan sampai melebihi marka jalan. Diduga tidak tahu kalau ada pengalihan arus lalu lintas, sehingga bertabrakan dengan Dandi. “Kami menduga yang bersangkutan juga tidak berkonsentrasi ketika mengemudi. Akhirnya tabrakan depan ketemu depan,” ujar mantan KBO Satlantas Polres Malang tersebut.
Akibat kejadian itu, dua motor ringsek. Dua orang juga mengalami luka dan langsung dilarikan ke RSUD Kanjuruhan. “Pengemudi Beat mengalami luka benturan di kepala. Sedangkan penumpang Vega R mengalami luka robek di pelipis mata sebelah kanan,” tandas dia.(biy/dan)
Editor : A. Nugroho