Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ramai Isu MBG Diganti Bahan Mentah, BGN Angkat Suara

Aditya Novrian • Kamis, 19 Juni 2025 | 17:45 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi sorotan publik setelah beredar foto viral di media sosial, khususnya di platform X, yang memperlihatkan pembagian bantuan makanan dalam bentuk bahan mentah kepada siswa di wilayah Tangerang Selatan.

Dalam foto tersebut terlihat paket berisi beras, ikan asin, telur puyuh, kacang tanah, serta buah-buahan seperti pisang dan jeruk.

Menanggapi hal ini, A. Basiro selaku Kepala SPPG Yayasan Mualaf Indonesia Timur (Yasmit) Ciputat Timur, membenarkan adanya pembagian MBG dalam bentuk bahan mentah.

Baca Juga: MBG Baru Menjangkau Tiga Persen Jumlah Pelajar di Kota Malang

Menurutnya, distribusi tersebut dilakukan kepada sekitar 4.075 siswa dari 18 sekolah mulai dari jenjang PAUD/TK hingga SMA/sederajat.

Ia menjelaskan, pembagian dalam bentuk mentah dilakukan sebagai penyesuaian terhadap situasi menjelang libur panjang sekolah.

Bahan makanan mentah dinilai lebih praktis untuk dibawa pulang dan dapat disimpan lebih lama oleh keluarga siswa.

Baca Juga: Program MBG Butuh Ratusan Miliar

Basiro juga menekankan bahwa pemilihan bahan mentah ini merupakan upaya menghindari makanan kemasan yang mengandung bahan pengawet, pewarna, atau pemanis buatan.

Dengan begitu, pihaknya tetap menjaga nilai gizi tanpa mengorbankan kualitas makanan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, juga ikut andil angkat suara terkait hal ini.

Dadan menyampaikan bahwa saat ini BGN masih dalam tahap penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan MBG selama masa libur sekolah.

Baca Juga: BGN Tegaskan MBG Berbeda dari Makan Siang di Jepang

Saat ini BGN masih dalam proses menyusun teknis MBG saat masa libur sekolah.

"BGN sedang menyusun juknis penyelenggaraan masa libur sekolah. BGN telah meminta semua Kepala SPPG untuk bertanya kepada siswa dan guru terkait berapa kali dalam seminggu untuk bisa hadir di sekolah. Jika bisa, MBG masih tetap bisa lanjut, jika tidak MBG akan fokus ke ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa apabila kegiatan di sekolah tetap berjalan walau terbatas, pihak SPPG tetap diwajibkan menyiapkan makanan jadi untuk siswa yang hadir, serta menyediakan makanan yang tahan lama sebagai cadangan untuk hari berikutnya.

Fenomena ini memicu perdebatan publik mengenai efektivitas distribusi bahan mentah dalam program MBG demi menjamin tujuan utama MBG tetap tercapai, yaitu menyediakan makanan bergizi yang layak dan aman bagi seluruh penerima manfaat. (nai)

Editor : Aditya Novrian
#Mbg #program Makan Bergizi Gratis #bahan pangan mentah