Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Permainan Tradisional: Warisan Budaya yang Mulai Tergerus Zaman

Aditya Novrian • Kamis, 19 Juni 2025 | 23:45 WIB
Ilustrasi anak-anak bermain permainan tradisional (freepik)
Ilustrasi anak-anak bermain permainan tradisional (freepik)

RADAR MALANG - Permainan tradisional adalah bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang diwariskan turun-temurun yang biasanya dimainkan secara berkelompok di ruang terbuka. 

Permainan tradisional ini bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga melatih kerja sama, ketangkasan, dan kreativitas anak-anak, mulai dari congklak hingga galah asin, setiap permainan punya nilai edukatif dan sosial yang tinggi.

Namun, seiring perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, permainan tradisional mulai ditinggalkan. 

Baca Juga: Ghea Safferina Adany , Ibu Muda Asal Malang Ciptakan Permainan dan Kafe agar Anak Dekat Orang Tua

Anak-anak kini lebih akrab dengan gawai dan permainan digital.

Ruang terbuka yang dulu menjadi arena bermain pun makin sempit, tergantikan oleh bangunan dan jalan raya yang akibatnya, banyak permainan tradisional yang kini hanya tinggal kenangan.

Berikut ini beberapa permainan tradisional yang mulai langka 

Engklek

Permainan lompat kotak dengan satu kaki ini biasanya dimainkan di halaman rumah atau sekolah dengan kotak digambar di tanah dengan kapur, dan pemain harus melompat mengikuti urutan angka tanpa menyentuh garis yang bagus untuk melatih keseimbangan dan konsentrasi.

Baca Juga: Netflix Rilis Trailer Squid Game Season 3: Akhir dari Permainan Mematikan

Galah Asin 

Galah asin atau gobak sodor merupakan permainan tim yang penuh strategi, biasanya, satu tim menjaga garis, tim lain mencoba menembus pertahanan tanpa tersentuh yang seru dan menantang, tapi kini jarang terlihat karena minimnya lahan bermain.

Congklak 

Congklak juga ada yang menyebutnya Dakon merupakan permainan yang menggunakan papan berlubang dan biji-bijian, dua pemain bergantian mengisi lubang dengan strategi tertentu, sehingga permainan ini melatih logika dan perhitungan, tetapi sayangnya, sudah jarang dimainkan anak-anak masa kini.

Bentengan

Permainan ini dimainkan oleh dua tim yang saling menyerang dan mempertahankan “benteng” berupa tiang atau pohon, sehingga permainan ini mengandalkan kecepatan dan kerja sama tim, tetapi, kini mulai ditinggalkan, terutama di kota-kota besar.

Lompat Tali

Permainan ini dimainkan dengan cara tali diputar oleh dua orang, dan pemain lain melompatinya, kemudian bisa dimainkan sambil menyanyikan lagu-lagu khas, sehingga ini dapat melatih kelincahan dan kekompakan, tapi kini tergeser oleh permainan digital.

Baca Juga: Tema Permainan Selalu Berganti secara Periodik, Excito Haunted House di Mal Sarinah Malang

Petak Umpet

Salah satu permainan paling sederhana dan populer dengan cara mainnya satu anak menghitung sambil menutup mata, dan yang lain bersembunyi.

Kelereng

Kelereng atau Gundu ini permainan adu ketepatan dengan bola kecil dari kaca yang biasanya dimainkan di tanah lapang.

Demikian beberapa permainan tradisional yang sudah mulai lengkang oleh waktu yang bukan hanya sekadar nostalgia, tapi juga cerminan nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, dan kreativitas. (fi)

Editor : Aditya Novrian
#permainan anak anak #Permainan Tradiaional #warisan budaya