Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Demo Sopir Truk Tolak Aturan ODOL Terjadi di Sejumlah Daerah

Aditya Novrian • Jumat, 20 Juni 2025 | 17:40 WIB
Foto gelaran aksi demo sopir truk
Foto gelaran aksi demo sopir truk

Radar Malang - Sejumlah sopir truk di berbagai wilayah Indonesia menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan penegakan penuh aturan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang rencananya akan diberlakukan secara nasional.

Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap aturan yang dianggap merugikan pengemudi dan pelaku logistik kecil-menengah.

Demo sopir truk terjadi di titik-titik vital transportasi darat, seperti kawasan pelabuhan, jalan nasional, dan depan kantor Dinas Perhubungan daerah.

Di Malang, puluhan sopir truk memblokade sebagian jalan utama di sekitar Karanglo dan pintu keluar tol Madyopuro sebagai bentuk protes. Aksi serupa juga terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Semarang, hingga Makassar.

Para sopir menilai kebijakan ODOL memaksa mereka mengurangi kapasitas angkut truk, yang otomatis memotong pendapatan tanpa ada kompensasi memadai.

Mereka juga menyatakan belum siap mengganti armada sesuai spesifikasi dimensi standar yang ditetapkan pemerintah, mengingat biaya peremajaan truk sangat besar dan tidak terjangkau oleh pengemudi kelas menengah ke bawah.

Beberapa sopir menuntut agar pemerintah menunda pemberlakuan aturan ini dan menyediakan solusi realistis, seperti program subsidi peremajaan kendaraan atau penjadwalan transisi yang lebih panjang.

Mereka juga meminta adanya dialog terbuka antara perwakilan pengemudi dan pemerintah pusat.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan serentak di sejumlah kota ini sempat menimbulkan kemacetan parah di jalur logistik utama. Di beberapa lokasi, pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan melakukan pengamanan dan mediasi untuk meredam eskalasi.

Kementerian Perhubungan sendiri sebelumnya telah menetapkan tahun 2023 sebagai batas akhir toleransi truk ODOL, namun implementasinya ditunda karena dampak ekonomi pandemi.

Kini, saat aturan itu hendak ditegakkan kembali, gelombang penolakan muncul dari para sopir sebagai reaksi terhadap kondisi di lapangan yang dianggap belum siap.

Sopir truk di berbagai daerah berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada perlindungan kesejahteraan pekerja transportasi darat yang selama ini menjadi tulang punggung logistik nasional. (Rizz)

Editor : Aditya Novrian
#indonesia #Viral #odol #Sopir #demo