Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Surabaya Mulai Relokasi Pedagang Pasar Pacar Keling demi Proyek Jalan Tambang Boyo, 133 Pedagang Terdampak

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 24 Juni 2025 | 17:38 WIB
TERTIB: Sebanyak 80 pedagang stan los Pasar Pacar Keling dipindah ke area yang tidak terdampak pengerjaan jalan baru Tambang Boyo kemarin (23/6). Sebanyak 53 lainnya direlokasi ke Pasar Tambahrejo dan
TERTIB: Sebanyak 80 pedagang stan los Pasar Pacar Keling dipindah ke area yang tidak terdampak pengerjaan jalan baru Tambang Boyo kemarin (23/6). Sebanyak 53 lainnya direlokasi ke Pasar Tambahrejo dan

SURABAYA - Relokasi tahap awal pedagang Pasar Pacar Keling untuk mengoptimalkan pengerjaan jalan baru Tambang Boyo berlangsung kemarin (23/6). Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) Surabaya memindahkan pedagang ke tiga pasar lain. Yakni, Pasar Gubeng Masjid, Tambahrejo, dan sebagian Pacar Keling yang tidak terdampak pengerjaan Jalan Tambang Boyo.

Direktur Pembinaan PDPS Surabaya Gianto Sulistyono menyampaikan, pengosongan dapat tuntas paling lambat tiga hari ke depan. Para pedagang sudah sepakat setelah beberapa kali pertemuan. Proses pembongkaran akan dibantu Satpol PP Surabaya. ”Secepat mungkin, proses pemindahan berlangsung mulai hari ini (kemarin),” ujarnya di lokasi. 

Pihaknya pun sudah menyampaikan data relokasi kepada pedagang. Daftar nama yang mendapatkan relokasi ke Pasar Pacar Keling sisi lain sudah ditempel. Khususnya pedagang stan los yang berjualan bumbu dapur, daging, ayam, dan konveksi.

Total, ada 133 pedagang terdampak. ”Sebanyak 80 pedagang stan los akan berada di Pasar Pacar Keling sisi yang tidak terdampak. Lainnya akan dipindah ke dua pasar lain,” tuturnya.

Yaitu, Pasar Tambahrejo dan Pasar Gubeng Masjid. Penentuan daftar nama sepenuhnya diserahkan kepada para pedagang. Apakah dari formulasi internal pengurus atau secara undian untuk meminimalkan persepsi pilih kasih. 

”Ada sekitar 40 stand di Gubeng Masjid dan 35 di Tambahrejo. Mekanisme pembagiannya kami sepakati bersama tokoh pedagang agar tidak ada kecurigaan di lapangan,” jelasnya.

Harus Berstatus Aktif

Gianto menegaskan, tidak ada pedagang baru yang masuk dalam list relokasi. Mereka semua merupakan pedagang lama yang terimbas dan memiliki terdata secara resmi di PDPS. Serta, masih berstatus aktif. Pantauan Jawa Pos, tidak ada polemik yang terjadi kemarin. ”Untuk data sudah final, Tidak ada pedagang dari luar yang masuk,” tegas dia. 

Setelah pengosongan rampung, proses pembongkaran pasar dapat dilakukan. Itu sembari menunggu hasil koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya. Diharapkan selesai sepenuhnya dalam waktu dekat.

Sementara itu, seorang pedagang Sulihah menuturkan, namanya tidak masuk dalam daftar nama relokasi. Dirinya berupaya melobi agar namanya tercatat tapi tak berhasil. Itu lantaran status stannya telah dicabut sejak tahun lalu. ”Dua tahun menunggak karena disewakan ke orang, ternyata tidak dibayarkan ke PDPS,” sebutnya. (dho/dre)

Editor : A. Nugroho
#Surabaya #pasar #Relokasi #pdps